SUKABUMIUPDATE.COM - Revitalisasi sejumlah proyek pembangunan pasar tradisional di Kabupaten Sukabumi memasuki akhir tahun ini sudah di atas 40 persen.
Empat pasar tradisional yang direvitalisasi menjadi pasar semi modern tahun ini, yakni Pasar Palabuhanratu, Cibadak, Parungkuda, dan Jubleg. Dari empat pasar tersebut, Pasar Semi Modern Palabuhanratu yang pembangunannya sudah rampung 100 persen.
"Kecuali Pasar Palabuhanratu sudah selesai 100 persen, tiga lainnya masih proses pembangunan, yakni Pasar Parungkuda, Cibadak, dan Jubleg," terang Kepala Bidang Pasar (Kabid) Dinas Koperasi, Perindustrian, Perdagangan, dan Pasar (Koperindagsar) Dani Tarsono kepada sukabumiupdate.com, Senin (19/12).
Progres pembangunan Pasar Parungkuda lebih kurang sudah 80 persen, Pasar Cibadak 70 persen, dan Pasar Jubleg sekitar 40 persen. Sejauh ini, progres pembangunan revitalisasi semua pasar tradisional sesuai target. "Memang di akhir tahun progres pembangunannya di kisaran segitu," tukasnya.
Untuk Pasar Parungkuda dan Pasar Cibadak, kontrak pembangunannya ditarget selesai pada 2017. Sedangkan Pasar Jubleg dilakukan secara bertahap, karena merupakan pasar yang baru.
"Pasar Jubleg ditargetkan selesai 2020 karena merupakan pasar baru. Jadi pembangunannya harus dilakukan bertahap dalam jangka waktu lama," terangnya.
Untuk merevitalisasi empat pasar tradisional itu, Pemkab Sukabumi membutuhkan anggaran sekira Rp300 miliar. Namun, Pemkab tidak mengeluarkan anggaran sepeser pun, lantaran pengerjaannya menggunakan sistem build, operation, transfer (BOT). Artinya, semua biaya pembangunan ditanggung pihak ketiga.
Pasar Palabuhanratu berdiri di lahan seluas hampir tiga hektare (ha), dana pembangunan hampir Rp101 miliar. Pasar Parungkuda (2 ha) Rp90 miliar, Pasar Cibadak (1,2 ha) Rp54 miliar, dan Pasar Jubleg (2 ha) Rp50 miliar.
"Meskipun saat ini curah hujan terbilang tinggi, tapi tidak masuk dalam klausul penyebab seandainya terjadi keterlambatan pembangunan," pungkasnya.