SUKABUMIUPDATE.COM - Musim kompetisi 2017, Persib berencana memasukan tiga pemain junior dari diklat. Rencana itu disambut baik Manajer Diklat Persib, Yoyo S. Adiredja. Menurut Yoyo, keputusan itu memberikan gambaran bahwa hasil binaan dari Diklat Persib ada sesuatu yang positif.
Yoyo juga mengingatkan pemain yang terpilih jangan besar kepala karena tingkat persaingan di senior makin ketat. "Pemain juga jangan cepat puas diri," katanya.
Yoyo juga mencontohkan Febri Hariyadi yang lebih dahulu masuk skuad Maung Bandung. Febri dinilai mampu mengendalikan emosi untuk tidak cepat puas dan tidak sombong.
"Pertama dan terpenting jangan cepat berpuas diri, syukuri kesempatan emas dan langka itu (masuk Persib) dengan berlatih dan berusaha lebih keras lagi. Karena tantangan masih panjang, usia masih muda," kata Yoyo.
Menurut Yoyo, semua akan kembali pada diri pemain. Apakah mereka mau maju atau tidak, mereka akan puas dengan hasil saat ini atau malah lebih bersemangat menggapai impian yang lebih besar untuk masa depan.Â
"Jadi kunci dari dirinya sendiri, mau maju atau tidak. Tidak hanya sikap di dalam lapangan, namun juga harus punya sikap bagus di luar lapangan, karena diklat juga memberikan sesuatu yang lengkap selama ini, termasuk mental, keagamaan," ucapnya.
Dalam usia muda pun, kata Yoyo, tidak menutup kemungkinan bisa tetap bersaing dengan pemain senior. Semua tidak lepas dari perjuangan pemain untuk mau bersaing dan tidak cepat rapuh dalam menghadapi tantangan saat di lapangan.
"Febri bisa jadi contoh. Kemauan kuat dan tidak cepat rapuh, dia membuktikan pemain muda bisa bersaing bersama senior-seniornya. Jadi, semua kembali pada pemain itu sendiri," ungkapnya.