SUKABUMIUPDATE.COM - Mohammad Mohammad Ibnu Zakaria, salah seorang pengungsi UNHCR asal Aleppo, Suriah, yang menempati sebuah rumah kontrakan di Kampung Sikup RT 02/09, Desa Purwasari, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, berusaha memasarkan sepatu hasil karyanya untuk bertahan hidup.
Bersama ketiga anaknya, suami dari Ayi Masnunah mantan tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Cianjur ini, berjuang untuk menghidupi keluarganya.
Berbekal kemampuannya membuat sepatu dari sang ibu, Zakaria terus memproduksi sepatu kulit untuk wanita dan anak anak di rumahnya. Ibnu mendapat bantuan dari Yayasan SDIT Al Husna yang menampung keluarga tersebut sejak tahun 2010 silam.
Sepatu-sepatu ini diberi merk dagang Shervan, sesuai nama anak bungsunya. Zakaria menghabiskan waktu di depan mesin jahit khusus kulit, agar keluarganya dapat mandiri untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
Agar mendapat uang cepat dari hasil kerajinan ini, Ibnu dan Istrinya mematok harga cukup murah, Rp45 ribu untuk sepatu wanita dewasa, dan Rp40 ribu untuk sepatu anak anak. Namun harga murah ternyata tak cukup membantu, usaha keluarga ini masih sulit berkembang dengan penjualan yang tidak menentu.
“Susah pak jual sepatunya. Untuk makan saja kita masih sering dibantu sama pak ustad Mustakim,†jelas sangh istri Ayi Masnunah dengan mimik sedih.
Agar tidak terlalu merugi, saat ini Zakaria hanya membuat sepatu berdasarkan pesanan. “Kami bingung mau jual ke mana. Kami juga bingung mau promosi ke mana,†lanjut Ayi.