Sukabumi Update

Diserang Hama, Petani Tomat di Kabupaten Sukabumi Menjerit

SUKABUMIUPDATE.COM - Sebagian besar petani di Kabupaten Sukabumi, menjerit. Soalnya, tanaman tomat mereka diserang hama phytophthora. Akibatnya, pertumbuhan tomat lambat karena daunya dan batangnya membusuk.

Petani tomat Mulyadi Wiranata (35) mengatakan, munculnya hama phytophthora itu disebabkan tingginya curah hujan, sehingga pestisida tidak mampu untuk mencegahnya.

"Pagi disiram pestisida, siangnya sudah hujan lagi. Makanya mudah sekali terkena hama," ujar Mulyadi (55) yang biasa bertani tomat di Lembah Halimun, Salabintana kepada sukabumupdate.com, Selasa (27/12).

Yadi mengatakan, setidaknya sepuluh persen dari total tanaman tomat yang ditanam tidak bisa tumbuh. Sedangkan sisanya, hasil panennya relatif sedikit. Dari total 35 ribu tanaman, 3.500 tanaman tomat gagal tumbuh.

Bahkan dari setiap satu pohon, hanya menghasilkan satu kilogram buah tomat. Padahal, Idealnya satu pohon menghasilkan dua kilogram. Keuntungan dari penjualan tidak sesuai dengan modal dalam satu pohon yang ditanam. Di mana dalam satu pohon, modal yang dikeluarkan Rp4 ribu. Sedangkan hasil yang peroleh Rp2.500/kg.

"Dalam satu pohon kan hasilnya hanya satu kilogram. Jadi kalau dihitung, kita rugi Rp1.500 untuk satu pohonnya. Belum lagi yang gagal akibat hama," terangnya.

Tags :
BERITA TERPOPULER
BERITA TERKINI