SUKABUMIUPDATE.COM - Akibat diguyur hujan setiap hari jalan kabupaten penghubung Kecamatan Cicantayan dan Cibadak, Kabupaten Sukabumi nyaris putus. Gorong-gorong saluran air yang berada di bawah jalan jebol, akses utama warga kini hanya tersisa seperempat badan jalan.
Jalan nyaris putus ini terjadi di Kampung Pancalikan RT 02/15, Desa Sekarwangi, Kecamatan Cibadak. Untuk menghindari jatuh korban, terutama pengendara sepeda motor warga memasang pagar dan kandang melingkari jalan yang amblas.
“Kami di sini takut apalagi kalau ujan air dari atas sangat besar rumah kami selalu kebanjiran,†ungkap Mimih (53) warga yang tinggal paling dekat dengan gorong-gorong ambruk yang memutuskan jalan tersebut. Kondisi debet air yang tidak berimbang dengan rongga gorong gorong membuat air sering kali luber ke jalan dan pemukiman terdekat.
“Kami harap pihak pemerintah segera dibangun kembali, inikan jalan kabupaten penghubung dua kecamatan kalau ini putus, perekonomian bisa lumpuh. Emang ada jalan alternatif, tapi mutarnya jauh," tambah Mimih.
Sementara itu dihubungi terpisah, Kepala Desa Sekarwangi, Anwar Saepudin, membenarkan jika penanganan jalan nyaris putus ini lamban. “Saat kejadian langsung dilaporkan kepada BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah-red) dan ke pak camat. Bahkan ke Dinas Binamarga sudah dua kali, dan koordinasi ke pak Sekda,†jelas Anwar.
Kepada Anwar, pemerintah daerah berjanji baru bisa melakukan perbaikan pada tahun 2017, terkait masalah pengalokasian anggaran. “Masalahnya ini jalan kabupaten, kalau dibangun sama desa, jadi salah entar,†pungkasnya.