SUKABUMIUPDATE.COM - Satu lagi yang harus dicarikan solusinya oleh Pemerintah Kabupaten (pemkab) Sukabumi yang bermimpi menjadi salah satu kawasan destinasi wisata terbaik di Indonesia, adalah penanganan sampah. Usai pesta perayaan malam tahun baru kali ini, sejumlah objek wisata khususnya yang berada di pesisir pantai selatan dipenuhi sampah.
Tidak ada petugas khusus dan tempat penampungan, membuat sampah sampah ini menumpuk di sepanjang pantai, yang seharusnya bersih karena menjual landscape keindahan alam. Seperti terjadi di sepanjang garis Pantai Ujunggenteng, di Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi.
Sampah wisatawan ini bertebaran mulai dari sekitar tempat pelelangan ikan, Pantai Ujunggenteng, Cibuaya, hingga Pangumbahan. Plastik kemasan makanan dan minuman mendominasi sampah wisatawan, yang sebagian kecil sudah terbawa dan terseret gelombang hingga ke tengah perairan.
“Setiap tahun baru oge kieu, loba sampah. Teu disediakeun tempat sampah, jadi we miceun sakahayangna,†ungkap salah seroang pemilik warung yang berada di pinggir pantai yang enggan menyebutkan namanya.
Setiap tahun pula, para operasi bersih bersih sampah ini dilakukan warga pesisir pantai, yang tidak ingin nelihat lahan mata pencaharian mereka rusak oleh sampah. Namun usaha tersebut sangat terbatas, karena sampah-sampah yang dikumpulkan tidak pernah diangkut ke lokasi pembuangan sampah akhir.
“Biasana dikumpulkeun dibakar we, mun pantai tos sepi. Mun ayeuna dibakar, wisatawanan protes loba hasep,†lanjut pria yang mengaku sudah lebih dari delapan tahun membuka warung di pinggir pantai tersebut.