SUKABUMIUPDATE.com - Kakak beradik warga Kampung Panagan, Desa Sukaharja, Kecamatan Warungkiara, Kabupaten Sukabumi, menderita lumpuh layu sejak berusia lima tahun. Kini keduanya hanya bisa terbaring lemas ditempat tidur selama puluhan tahun.
Endud Sudiana kini sudah berusia 39 tahun sedangkan kakak perempuannya Isoh Solihat berusia 46 tahun. Puluhan tahun sudah dilewati kakak beradik ini diatas pembaringan karena, keduanya mengalami lumpuh layu sejak masing-masing berusia lima tahun.
Kondisi tubuh keduanya sulit digerakkan, dengan diagnosa mengalami lumpuh layu akibat polio. Sejak sang ibu Eti Sumiati meninggal beberapa tahun silam, kini seluruh kebutuhan Endud dan Isoh bergantung pada ayahnya, Amat yang sudah kehilangan tanah dan sawah untuk biaya pengobatan kedua buah hatinya.
“Awalnya sering jatuh-jatuh, kalau jalan sering jatuh sudah ke dokter katanya polio. Berobat kemana mana sudah habis jual-jual sawah,†tutur Isoh Solihat kepada sukabumiupdate.com, Selasa (03/01).
Amat sang ayah sudah tidak tahu lagi harus kemana mengobati kedua anaknya. Saat ini Amat mengandalkan upah dari buruh kasar, hanya untuk tetap bisa makan mereka sekeluarganya.
“Kalau mau ke air ya di gendong, mau makan dan minum juga disuapin kalau ganti baju juga di gantiin. Mau gimana lagi kan anak sendiri sudah nasib saya, saya ingin anak saya cepat sembuh,†ujar Amat penuh harap.
Dua tahun silam, sejumlah elemen membantu keluarga Amat khususnya Endud dan Isoh yang mengalami lumpuh layu. Kursi roda bantuan dari Dinas Sosial Kabupaten Sukabumi masih digunakan walaupun tidak bisa maksimal, karena kondisi tubuh kedua kakak beradik ini sudah sangat lemah.
Warung kecil-kecilan bantuan sejumlah dermawan dari Pondok Pesantren Daarut Tauhid pun masih dijalankan secara terbatas oleh Amat sang ayah. “Ya saya harus nyari tambahan penghasilan, dulu ibunya yang jaga warung, kini sama saya kalau tidak ada kerjaan saya yang jaga warung,†pungkas Amat.