Sukabumi Update

Trauma Rampok Sadis Pulomas, Dua Wanita Lengkong Tak Diizinkan Lagi Kerja di Ibukota

SUKABUMIUPDATE.com - Perampokan sadis di Pulomas, Jakarta Timur tak hanya menyisakan duka mendalam bagi keluarga almarhum Dodi Triono, tapi juga ketakutan luar biasa bagi keluarga Bibih di Kampung Cipongpok, Desa Tegallega, Kecamatan Lengkong, Kabupaten Sukabumi.

Walaupun istri dan anak Bibih yang bekerja sebagai asisten rumah tangga selamat, namun trauma atas peristiwa sadis tersebut masih terus membekas dan menghantuinya.

Bibih berharap istrinya Emi (41) dan anaknya Santi (22) segera dipulangkan ke kampung halaman. “Sejak kemarin kabarnya sudah boleh keluar dari rumah sakit tapi belum bisa pulang ke Sukabumi. Kami ingin mereka cepat pulang, karena terus khawatir dan takut,” jelas Bibih kepada sukabumiupdate.com, Rabu (4/1).

Menurut Bibih, kondisi keduanya secara fisik sudah baik, sudah bisa jalan, namun masih sulit diajak berbicara, karena ketakutannya masih ada. Akibat perampokan sadis yang menyebabkan enam korban tewas tersebut, Emi mengalami luka memar dibagian punggung, sementara Santi yang sempat pingsan karena kekurangan oksigen mulai membaik.

“Mereka baru tiga minggu bekerja sebagai pembantu di rumah almarhum pak Dodi. Yang jemput ke Sukabumi untuk kerja juga sopirnya pak Dodi, yang ikut meninggal,” tutur Bibih.

Setelah kejadian ini, Bibih tidak akan mengizinkan kembali istri dan anaknya bekerja di Ibu Kota. “Mau makan mau nggak yang penting ngumpul di Sukabumi. Kalau mau kerja yang dekat saja. Di Sukabumi masih banyak yang butuh tenaga. Saya takut dan tidak mau mereka kembali ke Jakarta,” ungkap Bibih.

Tags :
BERITA TERPOPULER
BERITA TERKINI