Sukabumi Update

Siapa Farhan? Manajer Pabrik Bata di Gunungguruh Kabupaten Sukabumi yang Mempekerjakan WNA Tiongkok

SUKABUMIUPDATE.com - Tim Pora (Pengendalian Orang Asing) Kantor Imigrasi Sukabumi masih melakukan pemeriksaan terhadap tiga warga negara asing (WNA) asal Tiongkok yang bekerja di pabrik pembuatan batu-bata di Kampung Cipicung, Desa Cikujang (sebelumnya ditulis Gunungguruh-red), Kecamatan Gunungguruh, Kabupaten Sukabumi, pada hari Rabu (4/1).

“Kami akan ambil tindakan tegas kepada ketiga WNA ini karena bekerja dan tinggal di pabrik tersebut secara ilegal, hanya menggunakan Visa Kunjungan,” ungkap Kepala Kantor Imigrasi Sukabumi, Felianto Akbar, Kamis (5/1) kepada sejumlah wartawan.

Ketiga WNA asal Negeri Tirai Bambu itu diketahui sudah enam bulan berada di pabrik bata pimpinan Farhan alias Handi yang ikut diamankan petugas imigrasi. Namun, pihak Imigrasi tidak memberikan keterangan banyak terkait Farhan, termasuk apakah. manajer pabrik batu-bata ini ditahan atau ikut diperiksa.

“Penyidik Imigrasi masih membutuhkan banyak keterangan dari ketiga WNA ini, terutama terkait jaringan atau sindikat yang mendatangkan mereka ke Indonesia, khususnya Sukabumi. Mereka ini bekerja tapi izinnya kunjungan wisata,” pungkasnya.

sukabumiupdate.com pun mencoba menyusuri pabrik batu bata tempat ketiga pria asal Tiongkok ini bekerja di Kampung Cipicung. Sulit masuk ke lokasi tersebut karena ada sejumlah pemuda berjaga.

“Pabriknya pak Farhan atau Handi ini pernah didemo sama perajin lain karena jual batanya terlalu murah,” ungkap pemuda Desa Gunungguruh yang enggan namanya disebut.

Menurut pemuda ini, Farhan atau Handi ini bukan pemilik tapi orang kepecayaan. “Bosnya orang luar Sukabumi, saya juga nggak pernah ketemu. Kalauyang orang Cina itu memang tahu mereka tinggal dan bekerja di sana, pabrik batanya Farhan,” lanjut pemuda tersebut kepada sukabumiupdate.com, Jumat (6/1).

Ditemui terpisah, Sekretaris Desa Cikujang, Ika Karmila, mengaku tidak pernah mengurus administrasi orang asing di wilayah tersebut.  “Pak Farhan ini pernah datang ngurus surat domisili perusahaannya, tapi tidak menjelaskan soal pekerjanya termasuk ada WNAnya,” pungkasnya.

Tags :
BERITA TERPOPULER
BERITA TERKINI