SUKABUMIUPDATE.com - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Sukabumi ngebet membeli road maintenance truck alias truk pemelihara jalan. Jika disetujui, Dishub akan mengajukannya pada APBD perubahan 2017, sehingga pengandaannya bisa dilaksakana secara swakelola pada 2018.
"Harga satu unit road maintenance truck berdasarkan e-catalog seharga Rp1,7 miliar," jelas Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Jalan dan Jembatan Dishub Novian Restiadi kepada sukabumiupdate.com, Selasa (10/1).
Novian menilai road maintenance truck itu sangat efektif dan efisien. Artinya, untuk pemeliharaan jalan tidak perlu memerlukan tenaga banyak. "Cukup satu atau dua orang saja karena truk pemelihara jalan itu sifatnya multifungsi. Saya lihat di DKI Jakarta sudah menggunakan kendaraan itu," tuturnya.
Saat ini pengadaan kendaraan itu sudah direncanakan. Hanya saja jadi atau tidaknya, tergantung dari persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD).
Keberadaan road maintenance truck itu, tutur Novian, bisa menjadi pendukung program bebas jalan berlubang yang digadang-gadang Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi. "Kita tak perlu banyak. Satu unit saja sudah cukup," tegasnya.
Ditambahkannya, anggaran infrastruktur masih mengandalkan bantuan pemerintah pusat dan pemerintah provinsi. Dari pusat bantuannya melalui dana alokasi khusus (DAK) infrastruktur publik daerah (IPD) sebesar Rp14 miliar. Sedangkan dari pemerintah provinsi melalu bantuan gubernur.
"Kalau anggaran dari provinsi tadinya akan kita fokuskan pada normalisasi drainase dan trotoar. Usulannya sebesar 12 miliar miliar," ucapnya.
Penataan drainase dan trotoar itu akan difokuskan di sejumlah titik ruas jalan protokol. Di antaranya di Jalan Siliwangi, Jalan R Syamsudin, SH., Jalan Suryakencana, dan Jalan Martadinata. "Tapi kita masih menunggu informasi kelanjutannya dari provinsi," jelasnya.
Agar pelaksanaan secara teknis tidak terganggu, jelas Novian, Dishub akan menarik proses lelang di awal tahun. Sehingga, pelaksanaan pengerjaan bisa dilakukan pada April atau Mei. "Lelang memang harus dari awal untuk mengantisipasi kejadian seperti tahun lalu, di mana pelaksanaan pekerjaan bersamaan dengan tingginya curah hujan," imbuhnya.