SUKABUMIUPDATE.com - Mumuh (65), warga Kampung Cilangkop RT 04/05, Desa Sidamulya, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, ditemukan tanpa nyawa dengan tubuh penuh luka bacokan. Diduga, sebelum meninggal korban sempat melakukan perlawanan.
Kepala Desa Sidamulya, Yusup Supiani menjelaskan, sejak pagi hingga sekira pukul 15.00 WIB, Mumuh bersama anaknya Darus (30) sedang menjemur padi Gogo (huma) di kebun miliknya. Sekira jam 15.30 WIB Darus pulang duluan ke rumahnya, sedangkan Mumuh belakangan, sebab sudah biasa melaksanakan shalat di saung kebun sebelum pulang.

"Karena tidak kunjung pulang, dan diesemes serta di telepon tidak menyahut, akhirnya sekira pukul 15.30 WIB, Darus mengajak adik serta ibunya menyusul ke kebun. Ternyata mereka mendapati tubuh Mumuh sudah tersungkur kaku tanpa nyawa," jelas Yusup kepada sukabumiupdate.com, melalui telepon, Selasa (10/1).
Lebih lanjut, Yusup mengatakan, di tubuh korban terdapat luka bacok di jidat sebelah kanan, muka bekas dipukul benda tumpul seperti batu, jari telunjuk kiri putus, telapak tangan robek sayatan. "Diduga korban sebelumnya sempat melakukan perlawanan."
Walaupun beredar isu santet di masyarakat setempat terkait tewasnya Mumuh. Namun, hingga saat ini, pihak Kepolisian Sektor (Polsek) Ciemas sedang mendalami kasus pembunuhan tersebut. Sedangkan jasad korban yang saat ini masih berada di Mapolsek, rencananya hari ini, Rabu (11/1) akan dibawa ke Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Sekarwangi untuk divisum.