SUKABUMIUPDATE.com - Hampir empat jam Tim Dokter Forensik dari Rumah Sakit Polri melakukan otopsi terhadap jenazah Mumuh (65) di Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Sekarwangi, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Rabu (11/1).
Banyak luka ditubuh petani asal Kecamatan Ciemas yang ditemukan tewas mengenaskan di depan gubuk kebun miliknya.
“Ditemukan beberapa luka kekerasan di tubuh korban, paling banyak dan mematikan adalah luka oleh benda tumpul di kepala. Penyebab pastinya harus melalui uji laboratorium, namun luka di kepala korban berdampak serius karena cukup parah,†jelas Dokter Forensik Arief Wahono kepada sukabumiupdate.com, usai proses otopsi.
BACA JUGA:
Anak Petani Ciemas Kabupaten Sukabumi: Ayah Guru Ngaji, Kenapa Dibunuh?
Arif menambahkan, keterangan lebih jelas terkait dugaan benda tumpul bisa ditanyakan langsung kepada penyidik Kepolisian Sektor (Polsek) Ciemas yang menangani kasus pembunuhan tersebut.
“Yang jelas korban tewas dibunuh dengan benda tumpul, ada bekas luka perlawanan, dijari tangan sepertinya terkena sabetan benda tajam,†lanjut Arif.

Sementara, Kepala Unit (Kanit) Reserse Kriminal (Reskrim) Polsek Ciemas, Iptu Suyitno menegaskan, banyak barang bukti benda tumpul yang diduga menjadi alat untuk menghabisi nyawa korban, ditemukan petugas di lokasi kejadian.
“Barang bukti yang kita amankan adalah tiga batang kayu yang ada noda darah, dan sebuah batu lumayan besar yang berlumuran darah,†ujar Suyitno.
Ia menambahkan selain barang bukti tersebut, penyidik juga menemukan peci dan sejadah milik korban yang juga berlumuran darah. “Dugaan sementara korban ini dihabisi sebelum atau setelah korban menunaikan sholat ashar," lanjutnya.
Usai diotopsi, jenazah Mumuh yang diduga dihabisi karena dituduh sebagai dukun santet ini, rencananya akan dibawa dan dimakamkan di Kecamatan Jampang Tengah.