SUKABUMIUPDATE.com - Tak ingin tergantung dan menggantungkan hidup kepada orang lain, kaum disabilitas yang terlahir dengan kekurangan mencoba berdikari dan mandiri. Prinsipnya, dari mereka, untuk mereka sendiri serta masyarakat, bangsa dan negara.
Kaum disabilitas akhirnya memiliki rumah sendiri, bernama Sanggar Karya Mandiri (SKM) yang berada di Perum Griya Asri 1, Blok C Nomor 6, RT 04/05, Desa Karang Tengah, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi. Ini bukan tempat tinggal biasa, melainkan rumah untuk mengasah ketrampilan penyandang disabilitas agar memiliki kelebihan yang dibutuhkan masyarakat.
Saat ini SKM baru bisa mengakomodir pelatihan skill untuk beberapa kategori disabilitas, antara lain tuna netra, tuna runggu dan tuna grahita. “Di sini kita merajut asa, saling berkumpul berbagi ilmu untuk sesama penyandang kekurangan fisik,†jelas Ketua SKM, Ponidi kepada sukabumiupdate.com, Kamis (12/1).
Rumah dua tingkat ini, bagian atasnya akan digunakan untuk ruang kerja para disabilitas, yaitu bengkel jahit dan panti pijat. Selain itu Ponidi dan rekan-rekannya sedang mengembangkan jasa ruqyah, di mana salah seorang senior SKM akan menjadi mentor khususnya.
“Kita tidak hanya melatih agar rekan-rekan miliki skill khusus, tapi membangun kepercayaan diri kaum disabilitas. Ini lebih penting karena dengan percaya diri, apa pun bisa dilakukan walaupun menyandang status disabilitas,†lanjut Ponidi.
SKM juga bertujuan membentuk pribadi tangguh kaum disabilitas untuk mandiri, tidak terus bergantung pada orang tua, kerabat atau saudara. Ponidi menegaskan, SKM akan mencoba melawan perilaku hidup tidak mandiri dari kaum disabilitas, seperti mengemis dan meminta-minta di jalanan.
SKM bahkan berencana menyediakan peralatan bermusik seperti keyboard agar kaum disabilitas bisa mengibur dengan kemampuannya. Latihan Tarik suara atau bernyanyi juga akan diajarkan sehingga kelompok musik disabilitas SKM bisa eksis di tengah tingginya peluang kebutuhan masyarakat akan hiburan.
Banyak mimpi yang ingin diwujudkan SKM demi kemandirian kaum disabilitas Kabupaten Sukabumi. “Kami juga akan sangat berterima kasih jika banyak pihak membantu SKM, baik pemerintah atau masyarakat. SKM masih membutuhkan banyak fasilitas pelatihan,†pungkas Ponidi.