Sukabumi Update

Program Bantuan Pangan Nontunai di Kota Sukabumi Molor

SUKABUMIUPDATE.com - Program bantuan pangan nontunai yang sedianya diluncurkan di Kota Sukabumi pada awal 2017 ternyata belum terealisasi. Tidak bisa dipastikan kapan pemerintah pusat akan meluncurkannya karena sampai sekarang Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi belum mendapatkan informasi lanjutannya.

"Tentu kita berharap segera diluncurkan. Kita terus koordinasi dengan pemerintah pusat," terang Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Bude Daryana kepada sukabumiupdate.com, Minggu (15/1).

Bude mengaku sampai saat ini belum menerima petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis program tersebut. Ia mengira sampai sekarang pemerintah pusat masih menggodoknya. "Mungkin masih dalam tahap persiapan," tukas dia.

Program bantuan nontunai akan diaplikasikan melalui e-voucher. Artinya, setiap rumah tangga sasaran penerima manfaat program itu akan mendapatkan subsidi melalui kartu.

BACA JUGA:

Program Bantuan Pangan Nontunai ke Kota Sukabumi Mungkin Telat

Warga Kota Sukabumi Belanja Raskin Rp4,3 Miliar

Nantinya mereka membeli berbagai kebutuhan di elektronik Warung Gotong-royong (e-warong) yang disiapkan di setiap kecamatan. "Jumlah penerimanya mencapai sekitar 14 ribuan RTS. Datanya semua dari pusat. Kita di daerah hanya menerima data dan teknis dari pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Sosial," tuturnya.

Di Kota Sukabumi akan disiapkan sebanyak tujuh e-Warong. Rinciannya, satu kecamatan terdapat satu e-Warong untuk mengakomodasi warga penerima manfaat di setiap kecamatan. "Nanti untuk launching-nya dipusatkan di Kecamatan Warudoyong," jelasnya.

Besaran dana subsidi pada e-voucher itu sebesar Rp110 ribu. Dananya semua dialokasikan dari pemerintah pusat. Pemkot Sukabumi tak menyediakan dana pendampingan.

"Kita hanya membantu merehab dan menata lokasi yang akan dijadikan sebagai e-Warong. Nanti katanya bakal ada penggantian juga dari pusat," ucapnya.

Sementara ini alokasi e-voucher dengan nilai Rp110 ribu itu untuk membeli beras masyarakat sejahtera (rastra) sebanyak 5 kilogram dan gula putih sebanyak 2 kilogram. "Mungkin nanti ke depan e-voucher itu bisa mencakup semua kebutuhan pokok masyarakat," tegasnya.

Menurut Bude, ada perbedaan konsep antara raskin dengan program bantuan pangan nontunai. Kalau raskin masyarakat harus mengeluarkan uang untuk membelinya meskipun masih disubsidi pemerintah. "Kalau program bantuan pangan nontunai ini masyarakat betul-betul memanfaatkan alokasi subsidinya pada e-voucher sesuai kebutuhan," tandasnya.

Tags :
BERITA TERPOPULER
BERITA TERKINI