SUKABUMIUPDATE.com - Aksi perampokan dengan penyanderaan terjadi di Kampung Lembursawah RT 11/04, Desa Sukakersa, Kecamatan Parakansalak, Kabupaten Sukabumi, Selasa dinihari (17/1) sekitar pukul 03.00 WIB. Untuk mengecoh korban, kelima pelaku mengaku sebagai anggkota Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Barat.
Pelaku yang berjumlah lima orang mengetuk rumah korban, setelah pintu dibuka mereka menodong pemilik rumah, Iwan Juandi (39), dengan senjata api dan tajam. Karena permintaan uang Rp5 juta tidak dituruti, korban dibawa kabur dengan mobil yang digunakan para pelaku.
Beberapa jam kemudian, istri korban Sulaesih (36) menerima telpon dari Iwan Juandi. Para pelaku mengancam akan membunuh Iwan jika tidak disediakan uang tebusan sebesar Rp8 juta.
BACA JUGA:
Trauma Rampok Sadis Pulomas, Dua Wanita Lengkong Tak Diizinkan Lagi Kerja di Ibukota
Dikira Diculik, Ternyata Ini Alasan Gadis Asal Cibadak Sempat Menghilang
Begini Kronologi Penculikan Bocah SD Cibadak Kabupaten Sukabumi
Istrinya korban yang sebelumnya sudah berkoordinasi dengan pihak Kepolisian Sektor (Polsek) Parakansalak, menyanggupi permintaan tersebut, dan akan mengantar uang tebus ke dekat sebuah toko material di Jalan Raya Siliwangi, Kecamatan Parungkuda.
“Dua pelaku kami amankan dari lokasi uang tebusan diserahkan. Lalu kami bilang ke pelaku lainnya melalui istri korban, bahwa uang tebusan sudah dibayarkan,†jelas Kapolsek Parakansalak AKP Maryono Edi Suseno, seperti dikutip situs resmi polisi, Selasa.
Setelah diberitahu bahwa uang telah dibayarkan, ketiga pelaku lainnya menurunkan korban yang masih terikat lakban di Kampung Gawirluhur, Desa Sundawenang, Kecamatan Parungkuda. Korban ditemukan warga sekitar dan dibawa ke Polsek Parungkuda.
Dua pelaku lolos masih dalam pengejaran polisi, dua ditangkap di lokasi uang tebusan, dan satu ditangkap di tempat persembunyian. Ketiga pelaku yang ditangkap adalah Rdn (28), Rmd (42) dan Dn, ketiganya warga Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi.
“Dari tangan para pelaku kita amankan sejumlah senjata tajam dan peluru senjata api. Untuk senjata apinya masih dipegang pelaku yang saat ini kita kejar,†pungkas Maryono.