SUKABUMIUPDATE.com - Diantar pihak desa dan ketua RT, keluarga Aki Ela, lansia 80 tahun (sebelumnya ditulis 65, red) mendatangi Kepolisian Sektor (Polsek) Sagaranten, Jumat (20/1) kemarin. Keluarga ingin memastikan jasad pria yang ditemukan mengambang di Sungai Cikaso Kabupaten Sukabumi adalah Aki Ela yang diduga tenggelam pada hari Selasa (17/1) silam.
Setelah melihat langsung jenazah yang sudah dititipkan di RS Sagaranten dan melakukan pengecekan, keluarga memutuskan untuk menolak jenazah itu. Keluarga berkeyakinan mayat tersebut bukan Aki Ela. Menurut mereka, Aki Ela memiliki sejumlah ciri fisik yang tidak ditemukan pada mayat di Sungai Cikaso.
“Ada ciri yang nggak ada di mayat itu, keluarganya nggak ngakui itu Aki Ela,†ungkap wakil keluarga Aki Ela, Acep (45) sekaligus Ketua RT tempat tinggal korban.
BACA JUGA :
Keluarga Ragu, Mayat Pria di Sungai Cikaso Kabupaten Sukabumi adalah Aki Ela
Kepala SDN Kebon Bera Desa Sekarwangi Kecamatan Cibadak Kabupaten Sukabumi Diserang Monyet Liar
Wawan Ditemukan Tewas Terjepit Batang Pisang di Cicurug Kabupaten Sukabumi
Sementara itu, Kepala Desa Nangerang, Kecamatan Jampang Tengah, Surahman yang ikut menemani keluarga Aki Ela menyebutkan mayat pria di Sagaranten rambut panjang, berjenggot, punggung lurus, telapak kaki kecil dan itu bukan ciri Aki Ela. “Korban Aki Ela itu rambutnya pendek, tidak berjenggot, punggungnya bungkuk dan telapak kakinya kecil,†ujar Surahman kepada sukabumiupdate.com, Sabtu (21/1).
Karena ragu, menurut Surahman, keluarga akhirnya menolak jenazah tersebut dan kembali pulang ke Kampung Cipaniis, Desa Nangerang, Kecamatan Jampang Tengah. “Tadinya mereka juga berharap jenazah tersebut adalah Aki Ela, karena sudah tiga hari dicari belum ditemukan,†lanjutnya.