SUKABUMIUPDATE.com - Akibat Jalan berlubang dan menimbulkan kemacetan, puluhan pengendara naik ke trotoar yang sejatinya diperuntukan bagi pejalan kaki, Senin (23/1) pagi.
Pantauan sukabumiupdate.com, puluhan kendaraan roda dua maupun empat menggilas bagian trotoar pada Jembatan Pamuruyan, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi.
Salah seorang pejalan kaki, Dade Sukmana (56) warga Kampung Cieurih, Desa Sukasirna, Kecamatan Cibadak, mengaku kesal, tetapi tidak bisa berbuat banyak. "Sebagai pengguna jalan pastinya merasa terganggu dengan banyaknya kendaraan yang melintasi trotoar jembatan ini. Saya tadi hampir keserempet dari belakang. Boro mah saya tenang aja jalan sama anak."
Dede menambahkan, dirinya hampir bertengkar dengan salah satu pemotor. "Padahal bahaya juga buat keselamatan dia, bagaimana kalau motornya jatuh ke sungai," terangnya setengah bertanya kepada sukabumiupdate.com.
BACA JUGA:
Pemkab Jangan Bermulut Manis, di Trotoar Cicurug-Cibadak Banyak Lapak PKL Permanen
Lubang-lubang di Ruas Jalan Nasional Bogor-Sukabumi
Retak Makin Lebar, Ini Analisa Teknis Jembatan Pamuruyan Cibadak
Dede berharap, seharusnya kemacetan jangan dijadikan alasan untuk tidak disiplin. Terlebih jika harus merampas hak dan merugikan orang lain. "Lagian harusnya nggak usah terburu-buru, semua orang juga pengennya enak. Harusnya yang penting selamat sampai tujuan, geleng aja jalan yang ada lubangnya, dari pada makan korban," pungkasnya.
Sementara, seorang sopir angkutan perkotaan jurusan Cibadak-Cikidang, Asep Saepul (45), mengaku terpaksa naik sebelah ban ke trotoar untuk menghindari lubang. "Terpaksa ban kiri naik ke trotoar jembatan. Ya mohon maaf aja kalau pejalan kaki merasa terganggu."
Asep hanya merasa heran, padahal menurutnya, belum lama jalan pada jembatan tersebut diperbaiki, tapi sudah rusak lagi. "Kalau jalan desa rusak masih wajar, ini kan jalan nasional masa dibiarkan lama rusak. Mudah-mudahan segera diperbaiki ya," ujar Asep.