Sukabumi Update

Waduh, Damkar Kota Sukabumi Jauh dari Ideal

SUKABUMIUPDATE.com - Bisa dibayangkan, bagaimana Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Sukabumi bisa bekerja dalam kondisi jumlah personil dan unit mobil belum ideal?

Dituturkan Kepala Damkar Hendar Iskandarsyah, dari tujuh mobil yang ada, satu sudah tidak layak pakai, itu pun hanya dua unit yang speknya terbilang memadai.

“Kedua mobil tersebut dibeli pada tahun 2012. Sudah menggunakan sistem power take off (PTO) engine, asal mau injak gas, kecepatan air keluar sesuai dengan RPM mobil,” jelas Hendar kepada sukabumiupdate.com, Senin (22/1).

Sementara empat unit lainya, lanjut Suhendar, hanya menggunakan sistem pompa pendorong. “Pompa gendong dengan tekanan rendah dan kurang efektif terhadap pemadaman karena kalau dipaksa dengan tekanan tinggi, pompa akan over heat dan mati,” katanya.

BACA JUGA:

Ini Dugaan Polisi Penyebab Kebakaran Toko Mebel Abadi Jaya di Kota Sukabumi

Rumah Mertua Kades Gegerbitung Kebakaran

Rumah Ketua RT Koleberes Warudoyong Kota Sukabumi Ludes Dilalap Api

Saat hearing bersama Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), Damkar sudah mengutarakan kondisi ini. “Kantor, kekuatan armada, dan personil sangat tidak mendukung, kami bergelut dengan nyawa. Tapi kita juga manusia, butuh kelengkapan untuk memproteksi diri," keluhnya.

Ditambahkannya, tak hanya mobil dan personil damkar masih kurang. Jika mengacu pada Peraturan Pemerintah (PP ) nomor 18 tahun 2016, satu anggota banding lima ribu penduduk, idealnya ada 72 orang. Namun, jika mengacu pada Peraturan Menteri (Permen) Pekerjaan Umum nomor 20 tahun 2009, satu pemadam kebakaran ada tiga regu, satu regunya ada enam orang.

"Berarti satu unit ada 18 personil dengan sistem tiga shift. Ya kurang lebih idealnya 130 orang. Jumlah ini masih jauh dibanding personil kita yang hanya 30 orang,” pungkasnya.

Tags :
BERITA TERPOPULER
BERITA TERKINI