Sukabumi Update

Warga Ciambar Kabupaten Sukabumi Berharap Pembangunan Babakanpendeuy Cepat

SUKABUMIUPDATE.com – Warga enam desa di Kecamatan Ciambar adalah yang paling merasakan dampak dari putusnya jembatan di Kampung Babakanpendeuy, Desa Bojongkokosan, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi yang putus akibat dihantam luapan Sungai Cileuleuy pada Selasa (24/1) silam. Jembatan ini menjadi jalur ekonomi, untuk mengangkut hasil tani yang menjadi penghasilan utama warga.

Hal ini ditegaskan oleh Camat Ciambar Wawan Godawan usai menggelar Musrembang (musyawarah rencana pembangunan) di aula kantor kecamatan, Jumat (27/1). “Kami akan mendukung pembangunan ini cepat selesai, karena mata penghasilan masyarakat di Ciambar mayoritas adalah petani singkong, akses utamanya jembatan itu,” jelas Wawan kepada sukabumiupdate.com.

BACA JUGA:

Ambruk, Jembatan Penghubung Parungkuda-Ciambar Kabupaten Sukabumi

Jembatan Putus, 6000 KK di Ciambar Kabupaten Sukabumi Sulit Akses

Pelajar Ciambar Kabupaten Sukabumi Ingin Jembatan Darurat untuk Jalan Kaki

Menurut Wawan, selama ini hasil tani dibawa ke Jakarta dan Bogor, dan angkutan hasil panen selalu melalui jembatan tersebut. “Jika harus memutar petani jadi tertekan dari soal harga, melalui jalur alternatif belakang pasar Parungkuda, truk agak besar nggak bisa lewat, artinya petani harus mengeluarkan biaya lebih,” imbuhnya.

Pentingnya jembatan ini, kembali ditegaskan oleh salah seorang tokoh masyarakat di Kecamatan Ciambar, Eman Sulaeman. “Jembatan itu digunakan oleh mayoritas warga enam desa di Kecamatan Ciambar, baik anak sekolah, karyawan, dan masyarakat, khususnya petani. Jangan terlalu lama pembangunan jembatannya, warga jelas kesulitan menggunakan jalur yang lebih jauh,” pungkasnya.

Tags :
BERITA TERPOPULER
BERITA TERKINI