SUKABUMIUPDATE.com - Pantai Cibuaya adalah salah satu dari sejumlah destinasi wisata di di kawasan Ujunggenteng, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi. Sama dengan pantai di teluk Palabuhanratu. Bentangan pantai di kawasan Selatan ini menyedot perhatian, karena banyak wisatawa tenggelam saat berenang.
Terbaru, Herman Parman (25), wisatawan asal Kampung Lio, Desa Bumisari, Kecamatan Cikidang, Kabupaten Sukabumi, tenggelam saat berenang di Pantai Cibuaya, Sabtu (28/1) kemarin. Saksi mata menyebutkan korban terseret ombak besar sekitar pukul 08.30 WIB, saat berenang terlalu ketengah .
Senin 26 Desember 2016, keceriaan rombongan mahasiswa Institut Teknologi Nasional (Itenas) Bandung yang tengah berlibur jelang tahun baru pun berubah duka. Tiga rekan mereka tenggelam terseret gelombang saat bermain di sekitar Pantai Pangumbahan, (masih bentangan Pantai Cibuaya) di kawasan Ujunggenteng.
Seluruh korban menurut saksi terseret ombak saat pagi hari, antara pukul 06.00 hingga 09.00 WIB. “Kondisi laut Cibuaya dipermukaan tenang dan gelombang ombak pun kecil, namun hati-hati biasanya arus bawah yang kencang bisa menyeret ke tengah,†jelas Ketua Balawisata Pos 13 Cibuaya, Pahrudin (40), kepada sukabumiupdate.com, Minggu (29/1).
Pahrudin menambahkan sebenarnya sudah ada plang tanda bahaya dipasang untuk peringatan bagi wisatawan. Dalam plang yang sudah berkarat ini, tertulis tanda dilarang berenang, dipasang persis di pinggir pantai tak jauh dari muara Sungai Cibuaya.
Dalam rambu ini juga tertulis larangan berenang dari rambu dengan radius 100 meter ke kanan dan ke kiri. “Kita pasang bendera kuning dan merah agar mudah dilihar oleh wisatawan, namun kenyataannya wisatan cuek, padahal pantai ini memang berbahaya jika berenang terlalu jauh ke tengah,†lanjut Pahrudin.
BACA JUGA:
Wisatawan Asal Cikidang Tenggelam di Pantai Cibuaya Ujung Genteng Kabupaten Sukabumi
Untuk mencari penjelasan ilmiah terkait rambu larangan ini, sukabumiupdate.com mencoba menyusuri melalui google. Diperoleh informasi, penyebab utama laka laut di pantai berpasir seperti Cibuaya adalah kombinasi antara gulungan ombak dan seretan arus.
Karakter ombak laut (wave) di pesisir selatan Pulau Jawa, mulai dari pesisir Blambangan di Jawa Timur hingga Ujung Kulon di Propinsi Banten, umumnya berenergi tinggi dengan ombak besar. Ini karena pantai berbatasan langsung dengan laut lepas.
Berdasarkan teori, ada tiga faktor pemicu terjadinya ombak, yaitu arus pasang-surut (swell), angin pantai (local wind), dan pergeseran (turun-naik) massa batuan di dasar samudera.
Di pantai Selatan Pulau Jawa, kombinasi antara gelombang pasang surut dan angin lokal yang bertiup kencang, khususnya saat musim Barat, akan menimbulkan ombak besar. Di tempat-tempat tertentu, penggabungan (interference) antara gelombang swell dengan gelombang angin lokal, misalnya di Cimaja, Kecamatan Pelabuhanratu, hingga Karangbolong, Kecamatan Surade, dapat terbentuk ombak setinggi 2-3 meter.
Bentuk morfologi dasar laut di sejumlah lokasi Pantai Selatan juga sangat memungkinkan terjadinya hempasan gelombang dahsyat ke pantai sekaligus memicu terjadinya arus seretan (arus bawah). Sebagai pantai yang mengalami pengangkatan (uplifted shoreline) dengan proses abrasi cukup kuat, profil pantai Selatan umumnya memiliki zona pecah gelombang (breaker zone) dekat garis pantai.
Akibatnya, zone paparan (surf zone) menjadi sempit. Bila terjadi interferensi gelombang, maka atenuasi ombak akan terjadi sehingga membentuk gelombang besar. Karena daerah paparannya sempit, meski gelombang akan pecah di zone pecah gelombang, hempasan ombaknya masih dapat menyapu pantai dengan energi cukup kuat.
Arus balik (rip current) menuju laut sering muncul di teluk akibat arus sejajar pantai yang berlawanan. Kekuatan arus balik ini akan bertambah bila dasar laut memiliki jaringan parit dasar laut (runnel atau trough). Jaringan parit merupakan saluran tempat kembalinya sejumlah besar volume air yang terakumulasi di pantai, khususnya di zone paparan dan zone pasang surut (swash) ke laut.
Arus balik tidak bergerak di permukaan karena pergerakannya terhalang hempasan ombak yang datang terus-menerus. Arus balik ini diperkirakan menjadi penyebab utama tewasnya korban yang sedang berenang di pantai. Karena selain memiliki daya seret kuat, arah gerakannya pun bersifat menyusur dasar laut menuju tempat yang lebih dalam.
“Pantai ini tenang da berombak kecil, namun arus bawahnya seringkali cukup kuat hingga menarik wisatawan ke tengah perairan. Sebenarnya dalam kondisi ini tidak perlu panik karena akan kembali lagi dibawa ombak muka ke pantai, namun wisatawan panik hingga akhirnya lemas dan tenggelam,†pungkas Pahrudin yang sudah belasan tahun mengabdikan dirinya untuk menjaga keselamatan wisatawan di garis pantai Ujunggenteng, Kabupaten Sukabumi.