SUKABUMIUPDATE.com - Warga Kampung Selagombong, Desa Sukakersa, Kecamatan Parakansalak Kabupaten Sukabumi, meminta Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Sukabumi untuk menutup Pabrik Mercury di wilayah tersebut. Warga khawatir, dampak dari limbah perusahaan dapat merusak lingkungan dan kesehatan masyarakat.
Permintaan penutupan itu disampaikan langsung oleh warga kepada Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) di Kantor Kecamatan Parakansalak, Senin (6/2) saat mediasi.
Jejen (46) salah seorang perwakilan warga menuturkan, sangat menyayangkan sikap pemerintah daerah yang memberikan izin opersional kepada perusahaan pengelola mercury tanpa sosialisasi kepada masyarakat terlebih dahulu. “Harusnya ada sosialisasi terlebih dahulu. Karena selama ini warga merasa tidak pernah memberikan izin,†pekik Jejen.
Bahkan warga curiga, pabrik tersebut tidak memiliki izin resmi dari Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Sukabumi. Pasalnya, kata Jejen, selain tidak memiliki plang nama, perusahaan tersebut sangat tertutup. “Kami menilai, kalaupun ada izinnya, pasti ilegal,†tandas Jejen.
BACA JUGA:
Ngaku Polisi, Perampok dari Cicurug Culik Warga Parakansalak Kabupaten Sukabumi
Suasana Haru Warnai Pisah Sambut Kapolsek Parakansalak
Lima Tahun Jalan Lebaksari Parakansalak Dibiarkan Rusak
Ia menambahkan, pihak perusahaan diduga tidak memiliki tempat pembuangan limbah. Sebab limbah pabrik langsung dialirkan ke selokan. “Air di selokan terlihat kotor dan mengeluarkan bau. Padahal sebelum pabrik itu ada, selokan tidak pernah bau,†tukasnya.
Sementara warga lainnya, Yono (54) mengatakan, kehadiran pabrik mercury itu telah mengakibatkan kambing warga mati setelah memakan rumput di sekitar area pabrik.
Camat Parakansalak, Tri Soewito Negoro mengatakan, dengan adanya keberatan warga atas kehadiran pabrik pengelola air raksa tersebut, pihaknya sudah berinisiatif menutup operasional pabrik tersebut. Namun Camat enggan lebih banyak berkomentar.
Catatan sukabumiupdate.com, di wilayah Kecamatan Parakansalak terdapat sekira 20 lebih perusahaan yang menggunakan zat kimia dalam aktivitasnya. Disinyalir, perusahaan-perusahaan tersebut bergrak di bidang pembuatan air raksa.