SUKABUMIUPDATE.com - Kiper PERSIB asal Tasikmalaya Imam Arif Fadillah mengaku merasakan kekecewaan yang dialami bobotoh yang rela hujan-hujanan datang di Stadion Wiradadaha untuk menyaksikan laga persahabatan antara PERSIB dan Persikotas namun pertandingan harus dihentikan demi keselamatan bersama.
Kekecewaan itu sangat beralasan. Karena semasa kecilnya ia pun sering merasakan teriknya matahari dan guyuran hujan kala harus menunggu PERSIB yang saat itu masih diperkuat Cecep Supriatna (kiper).
"Sebelumnya saya mungkin perwakilan dari rekan-rekan satu tim dan sebagai orang Tasik, menyampaikan permohonan maaf kepada bobotoh yang sudah hujan-hujanan nunggu kita. Saya rasakan itu dulu waktu saya kecil. Hujan-hujanan, panas-panasan demi menyaksikan PERSIB. Setidaknya saya bisa merasakan itu," ungkapnya.
Namun, kondisi alam berkata lain. Hujan deras disertai petir yang bisa membahayakan semua orang terutama yang berada di tengah lapang.
"Padahal saya tadi mencoba ingin menikmati pertandingan di tanah kelahiran karena sudah 9 tahun tidak menginjakkan kaki di lapang Wiradadaha. Tapi siapa yang mau sampai hilang moment. Terharu juga sih lihat bobotoh. Semoga lain waktu bisa ketemu lagi di Tasik," tandasnya.
Â
Sumber: PERSIB.CO.ID