SUKABUMIUPDATE.com - Tak adanya kreator serangan di sektor tengah membuat aliran bola PERSIB lebih banyak memanfaatkan kecepatan-kecepatan dari sisi sayap. Itulah yang terlihat saat Maung Bandung harus puas meraih satu poin di laga perdana Go-Jek Traveloka Liga 1 atas Arema FC.
Hal tersebut diakui sang arsitek Djadjang Nurdjaman. Pergerakan anak asuhnya di lini sayap memang sudah terbaca lawan. Hanya saja absennya sang kreator serangan, Raphael Maitimo pada big match semalam berimbas pada daya gedor PERSIB.
"Betul, aliran bola kita dari sayap. Lawan sudah bisa antisipasi itu. Kita kurang kreator dari tengah ke depan. Jadi jalur tengah masih kurang greget," ujar pelatih yang karib disapa Djanur itu.
"Sudah ada pikiran melegakan dengan begabungnya Maitimo sebagai midfielder. Tapi aya-aya wae (ada-ada saja, Sunda-red) harus sakit mata karena iritasi. Sehingga terkendala untuk dimainkan," tambahnya.
Ya, Maitimo memang terkena iritasi pada matanya dan absen dalam beberapa sesi latihan termasuk sesi pemotretan tim Selasa lalu. Walhasil, permainan PERSIB semalam lebih banyak dialirkan ke sayap yang diisi Atep dan Febri Hariyadi. Namun tak ada umpan silang yang berarti yang mereka hasilkan kepada Shohei Matsunaga atau Carlton Cole.
Â
Sumber: Persib.co.id