SUKABUMIUPDATE.com - Para pengunjung Taman Alun-alun Digital di Jalan A Yani Kota Sukabumi, mengeluhkan adanya pungutan liar (Pungli) retribusi kebersihan sebesar lima ribu rupiah oleh dua orang pemuda.
Encep Firman (24), pengunjung asal Cianjur yang sengaja datang buat rekreasi bersama keluarganya itu tak menyangka di taman milik pemerintah tersebut ada iuran kebersihannya.
“Aneh, masa taman milik pemerintah ada iuran kebersihan, dan setelah bayar tidak ada karcisnya. Malah di Cianjur, gak ada taman bayar kebersihan," keluhnya kepada sukabumiupdate.com, Kamis (29/6).
BACA JUGA:Â Pengunjung Luar Daerah Keluhkan Sampah di Taman Digital Kota Sukabumi
Encep memaparkan, kedua orang tersebut tiba-tiba mendatanginya, begitupun kepada pengunjung lain, yang satu memakai seragam dan satu lagi baju bebas. "Mereka berdua sih bilang untuk kebersihan. Tapi saya ikhlas kok, tapi malu atuh, kalau pengunjung lain yang sengaja ingin beristirahat harus bayar juga," tukasnya.
Keluhan yang sama juga disampaikan oleh Kamaludin (29), warga Sukaraja, Kabupaten Sukabumi. Dirinya mengaku heran ada iuran kebersihan dan menyangka uang keamanan taman. "Saya heran, kok ada uang kebersihan, dan awalnya saya menduga itu uang keamanan, tapi mereka bilangnya uang kebersihan. Makanya saya kasih saja, karena saya pikir, itu untuk urus-urus taman," singkatnya dalam kesempatan sama.