Sukabumi Update

DPC Partai Gerindra Kota Sukabumi Ganti Nakhoda

SUKABUMIUPDATE.com – Ketua DPC Partai Gerindra Kota Sukabumi, akhirnya ganti nakhoda, hal tersebut berdasarkan Surat Keputusan DPP Gerindra nomor :09-0219/KPTS/DPP-Gerindra/2017 menyatakan, bahwa ketua DPC Kamal Suherman, digantikan oleh Dedi R Wijaya, Momi Soraya sebagai Sekretaris, dan Ardian Dinata sebagai Bendahara.

Ketua DPP Heri Gunawan, mengatakan pengalaman Partai Gerindra lima tahun sebelumnya, suaranya naik hampir 200 persen dan menjadi pemenang ketiga pada Pemilu Legislatif 2014. Tentunya pilkada yang akan dihadapi nantinya merupakan bentuk penghormatan serta wibawa partai, serta ini dapat dijadikan momentum untuk memanaskan mesin partai.

"Untuk menghadapi pilkada di Kota Sukabumi 2018, seharusnya DPC memiliki inisiatif dan solid serta melakukan konsolidasi secara intens untuk melakukan komunikasi politik. Pun silaturahmi dengan parpol lain, untuk membuka pintu selebar-lebarnya bagi semua lapisan masyarakat yang akan bergabung ataupun hanya untuk sekedar silaturahmi agar tidak menimbulkan kegaduhan eksternal dan internal. Rasanya tidak berlebihan kalau ini menjadi sebuah catatan untuk evaluasi internal kami," ujar Heri, kepada sukabumiupdate.com.

Menurun Hergun (Sapaan Heri Gunawan), komunikasi politik memiliki fungsi penting dan posisi yang strategis dalam sistem politik, karena tidak menutup kemungkinan adanya koalisi di pilkada nanti.

"Saya harapkan dan ingatkan kepada anggota dewan yang terhormat, pengurus partai, sayap-sayap partai, para relawan, juga simpatisan Partai Gerindra untuk bersama berjuang serta mengabdi untuk kebaikan juga perbaikan sebagai pejuang partai, dan garda terdepan pemegang panji-panji perjuangan partai," terang Hergun.

Dengan siapa Partai Gerindra akan berkoalisi, masih sangat terbuka, tambah Hergun, terkait calon, tentunya hal tersebut masih dibahas di DPD dan DPP dengan mempertimbangkan berbagai aspek, termasuk kapasitas dan kapabilitas guna mencapai titik kesepakatan.

"Di samping memikirkan opsi lain, beberapa kemungkinan langkah partai dengan mendukung kader sendiri, bisa saja mendukung kader atau calon lain dan fokus melakukan penataan organisasi, sebaiknya kita mengusung bukan mendukung. Politik itu dinamis, unpredictable. Siapa saja bisa, jadi nantinya, tak melulu petahanan atau yang populer," beber Hergun.

Lanjut dia, intinya Pak Kamal telah menghantarkan Gerindra Kota dalam pileg dengan baik, dan memberi kesempatan kepada para kader muda untuk mendapat peran lebih, serta mengembangkan dan membesarkan lagi partai.

"Tidak ada kaitan dengan Pilwakot. Sebagai partai yang berkembang dan dinamis, perubahan organisasi adalah hal yang biasa," pungkasnya.

Tags :
BERITA TERPOPULER
BERITA TERKINI