SUKABUMIUPDATE.com - Pengamat Kebijakan Publik Kota Sukabumi, Asep Deni menyebut sampai saat ini belum ada satu paslon pun yang terlihat bakal mendominasi suara di Pilkada Kota Sukabumi 2018. Peluang semua paslon merata.
"Belum ada paslon yang tampak unggul dibandingkan yang lainnya. Semuanya masih sama," ujar Asep Deni kepada sukabumiupdate.com, Rabu (7/2/2018).
BACA JUGA:Â Inilah Peta Dukungan Paslon Walikota dan Wakil Walikota Sukabumi
Untuk memenangkan pemilukada 2018, kata Asep, Paslon Wali kota dan Wakil Wali Kota Sukabumi harus meraih antara 60 ribu hingga 70 ribu suara.
Jadi tidak perlu berambisi terlalu tinggi, di kisaran perolehan suara itu, paslon sudah mendapat suara terbanya," tuturnya.
BACA JUGA:Â Wajib Disimak ! Jadwal Pendaftaran Empat Paslon ke KPU Kota Sukabumi
Menurutnya, jumlah suara tersebut sebanding dengan 40 persen suara sah dari warga yang menggunakan hak suaranya berdasarkan data tahun 2013 dan 2014. Jika berkaca pada pemilu 2013 dan Pemilu 2014, tingkat partisipasi masyarakat mencapai sekitar 76 persen.
"Berdasarkan daftar pemilih tetap, jumlah warga yang berhak memberikan suara pada dua pemilihan tersebut sekitar 230 ribu orang. Dengan demikian dihitung dari tingkat partisipasi, jumlah warga yang memberikan suaranya sekitar 176 ribu orang;" jelasnya.
BACA JUGA:Â Pilkada 2018, KPU Kota Sukabumi masih Pakai Kotak Suara Lama
Deni menyebutkan, jika patokannya data pada 2013 dan 2014, paslon yang ingin meraih kemenangan cukup mendapatkan 40 persen dari suara yang masuk. Meskipun dengan meraih 30 persen suara pun itu sudah cukup untuk menjadi pemenang pilkada. Tapi untuk safety, lebih baik bisa meraih 40 persen, lebih baik lagi bisa 50 persen suara.
"Karena jumlah paslon yang ikut bersaing itu ada empat, kalau satu paslon meraih 40 persen, tiga paslon yang lainnya secara rata-rata meraih 20 persen suara atau sekitar 30 ribu sampai dengan 35 ribu," tutupnya.