SUKABUMIUPDATE.com - Calon Wakil Wali Kota Sukabumi Andri Hamami menyebut pengeluaran bisa ditekan seminim mungkin hingga bisa melaksanakan pilkada murah jika semua aturannya dijalankan.
"Pilkada ini murah, tapi akan menjadi mahal ketika aturan tidak dipakai dan dijalankan. Pilkada akan mempunyai nilai dan bobot yang bagus jika aturan diterapkan," kata Andri yang berpasangan dengan Calon Wali Kota Achmad Fahmi ini kepada sukabumiupdate.com, Selasa (20/2/2018).
BACA JUGA:Â Dengan Cara Ini, Faham Ajak KKU dan Organda Bangun Kota Sukabumi
Menurutnya, pasangan Achmad Fahmi-Andri Hamami (Faham) akan menciptakan proses pilkada yang murah dan tidak akan keluar dari aturan. Karena sudah jelas realita hari ini pemberian apapun dalam bentuk apapun di perhelatan pilkada tidak dibenarkan.
Bahkan untuk memberikan uang transportasi pun harus dalam bentuk bensin.

"Faham akan menciptakan sistem yang murah, ketika ada kegiatan kita kumpulin dilapang, ngobrol diskusi dengan jamuan kopi, singkong, pisang rebus, bandrek, itu murah," jelasnya.
BACA JUGA:Â Silaturahmi ke Faham, KKU dan Organda Bicara Angkutan Konvensional Kota Sukabumi
Menurut dia, dengan begitu sudah jelas tidak ada transaksi nilai, dan terjalin lebih efesien karena mengajarkan masyarakat tentang proses pilkada yang baik. Namun Andri juga menekankan jangan sampai aturan hanya ditaati oleh salah satu paslon saja. Kemudian yang lain melakukan upaya-upaya diluar yang telah disepakati.
"Tapi semua harus konsisten, ketika semua enggak konsistenkan nantinya jadi mahal. Jadi jangan sampai Faham tidak melakukan, yang lain melakukan serangan fajar," tutupnya.