Sukabumi Update

Burgerkill Kecewa Gagal Tur Konser di Amerika, Ini Masalahnya

SUKABUMIUPDATE.com - Rencana dan impian Burgerkill untuk tur konser di Amerika Serikat di pengujung 2018 kandas. Padahal panitia telah siap menyambut kedatangan mereka, pun panggung dan segala urusan pentas. Band metal asal Bandung tersebut semula bakal tampil di enam kota di tanah kelahiran musik cadas dunia itu.

Tur konser Burgerkill di Amerika Serikat rencananya langsung berlanjut setelah beres tur konser di Eropa selama 20 hari. Mereka bertolak 16 Oktober lalu dengan penerbangan langsung Jakarta-Amsterdam, Belanda.

Persyaratan visa ke Amerika Serikat telah lengkap, namun ada satu masalah yang mengganjal. “Ternyata kalau kita sebagai professional worker, harus ngelengkapin namanya P1,” kata gitaris yang juga pendiri Burgerkill, Aries Tanto alias Ebenz di Bandung, Rabu, 12 Desember 2018.

Syarat itu semacam surat dari badan khusus pemerintah di sana yang menyatakan ada band yang akan ke negaranya. Syarat itu bisa diurus, kata Ebenz, namun proses tunggunya sampai enam bulan. Sementara mereka telah dijadwalkan main pada November di beberapa panggung.

Salah satunya terlihat di laman acara situs downtownsantacruz.com. Pada poster acara tercetak jadwal mainnya pada 16 November 2018 di The Blue Lagoon, 932 pacific Ave, Santa Cruz, California.

Di bawah poster berwarna merah campuran hitam dan bergambar tengkorak itu ada kalimat pengumuman bagi para penggemar musik metal. “We have a very special show for you on November 16th! Burgerkill and AK/47, both Indonesian metal bands, will be teaming up with Violent Opposition from Oakland and Zombie Ritual from Santa Cruz! Its going to be heavy as hell.”

Dari rencana yang telah disiapkan sejak 2017, kata Ebenz, Burgerkill akan tur keliling ke New York, San Fransisco, Los Angeles, Boston, dan Santa Cruz. “Kita yakin dapat experience yang lebih ketika bisa melakukan tur di tempat kelahiran musik (metal) ini.”

Selain ingin mengenalkan karya musiknya ke metalhead Amerika, Burgerkill ingin menjalin jaringan pendengar, penggemar, teman, dan promotor di sana. Misi itu sama seperti tur Eropa 2018 yang telah dilakoni Oktober lalu.

Sumber: Tempo

Editor : Andri Somantri

Tags :
BERITA TERPOPULER
BERITA TERKINI