SUKABUMIUPDATE.COM - Musim hujan ekstrim yang terjadi di wilayah Kota dan Kabupaten Sukabumi, menyebabkan harga sayuran tidak stabil. Penyebabnya, pasokan sayur tersendat, dan banyak yang gagal panen atau membusuk.
Seperti yang terpantau Minggu (4/12), harga sayuran di sejumlah pasar tradisional di Kota Sukabumi tidak stabil. Naiknya harga sayuran membuat stok yang dimiliki pedagang tidak terjual, kemudian membusuk di lapak-lapak.
“Sayur yang kita punya jadi nggak tahan lama. Harga beli mahal, stok busuk. Rugi dua kali,†jelas salah seorang pedagang sayuran di Pasar Gudang Eha Julaeha (39) kepada sukabumiupdate.com, Minggu.
Menurut Eha, ada beberapa sayuran yang kualitasnya baik saat musim kering seperti wortel yang tadinya banyak, sekarang sulit didapat, terutama yang berkualitas bagus. “Banyak wortel yang datang sudah dalam kondisi hampir rusak, mulai busuk jadinya nggak bisa tahan lama kalau disimpan di lapak,†lanjutnya.
Selain wortel, tomat, dan kentang pun menjadi barang langka di pasaran. Harganya naik dua kali liat karena minimnya pasokan. “Tomat yang semula empat ribu, naik menjadi delapan ribu rupiah per kilogram. Kalau sudah begini yang beli juga bingung. Akhirnya banyak numpuk dan busuk,†tandas Eha.
Editor : Administrator