Sukabumi Update

Pedagang dan Pembeli Gado-gado Cibadak Curhat Soal Harga Cabai Rawit

SUKABUMIUPDATE.com - Narti Sularti (39) warga Kampung Pintu RT 03/09, Kelurahan/Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, ikut mengeluhkan terjadinya lonjakan harga cabai rawit di pasaran. Ia mengaku usaha kecilnya terancam gulung tikar.

Gado-gado Narti, sebelum cabai rawit naik, per porsi dijual lima ribu Rupiah. Tapi setelah harga cabai rawit naik, ia menjualnya seharga delapan ribu Rupiah. "Tapi masalahnya, semenjak harga cabai rawit naik, pembeli gado-gado jadi menurun, nggak tahu penyebabnya apa," Minggu (15/1).

Kepada sukabumiupdate.com, Narti mengaku, biasanya meraup keuntungan Rp50 ribu per hari. Namun setelah harga cabai rawit naik, keuntungannya semakin mengecil. "Boro-boro buat nabung, buat makan saja ngambil dari modal. Lama-lama bisa berhenti jualan," ucapnya.

Ida Farida (38), seorang pembeli gado-gado menuturkan, sekarang membeli gado-gado, kalau ingin pedes harus nambah uang seribu Rupiah. "Itu pun jumlah cabai rawitnya nggak banyak, cuma tujuh biji. Itu pun masih kurang pedes, karena mungkin masih muda sudah dipetik."

Editor : Administrator

Tags :
BERITA TERPOPULER
BERITA TERKINI