SUKABUMIUPDATE.com - Beredar sebuah unggahan video yang dinarasikan “Jembatan Pamuruyan Amblas” di grup aplikasi perpesanan WhatsApp pada Kamis (22/01/2026). Dalam unggahan tersebut disebutkan, “baru saja terjadi amblasnya jembatan penghubung Cibadak–Cicurug (Jembatan Pamuruyan)”.
Video tersebut diketahui berasal dari akun TikTok @gajebo515 dan kemudian menyebar luas di grup WhatsApp. Dalam rekaman video itu terlihat garis pengamanan telah terpasang di lokasi jembatan, sehingga arus kendaraan yang melintas harus diberlakukan sistem bergantian, baik dari arah Bogor maupun Sukabumi.
Lalu benarkan faktanya?
Cek Fakta
Hasil penelusuran Tim Cek Fakta Sukabumiupdate.com menunjukkan bahwa informasi tersebut tidaklah benar. Faktanya, amblasnya Jembatan Pamuruyan terjadi pada tahun 2022, dan konten yang tersebar dalam grup WhatsApp tersebut adalah hoaks.
Pengawas Lapangan PPK 2.1 Jawa Barat Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Agus Warso, menegaskan bahwa informasi mengenai kondisi Jembatan Pemuruyan yang disebut amblas merupakan berita lama yang kembali disebarkan dan tidak sesuai dengan kondisi saat ini.
Baca Juga: Pengadilan Tinggi Jakarta Tolak Banding Amran Sulaiman terhadap Tempo
Agus menjelaskan, peristiwa amblasnya jembatan tersebut memang terjadi pada akhir tahun 2022. Namun, kerusakan itu telah lama ditangani dan diperbaiki oleh pihak terkait. Saat ini, kondisi jembatan dinyatakan aman, normal, dan kembali fungsional..
Terkait maraknya informasi yang menimbulkan keresahan masyarakat, Agus mengimbau agar publik tidak mudah percaya terhadap berita yang belum terverifikasi kebenarannya di lapangan.
“Kami dari Kementerian PU berharap masyarakat tidak termakan oleh berita-berita yang tidak ada dasar fakta lapangannya. Kalau itu adalah berita lama yang diangkat lagi, kemudian disebarkan, memviralkan seolah kemacetan itu adalah dampak dari yang berita lama itu, padahal itu tidak benar,” tegasnya.
Kabar mengenai jembatan Pamuruyan yang disebut amblas turut dibantah oleh Camat Cibadak, Mulyadi, serta Hendryana, Staf Ahli Dewan Pers. Keduanya memastikan kondisi jembatan dalam keadaan aman saat dilalui.
Baca Juga: Lahan Terdampak Proyek Tol Bocimi Seksi 3, Curhat Warga Cisande: Ganti Rugi Belum Jelas
Mulyadi menyampaikan bantahannya “Hoax bang, nembe abdi lewat,” ucap Mulyadi.
Hal senada juga disampaikan Hendryana setelah melintas langsung di lokasi saat perjalanan dari Jakarta menuju Sukabumi.“Aman ko tadi saya lewat kang,” ujar Hendryana.
Penelusuran lainnya, setelah di cek akun pengguna TikTok dengan username @gajebo515 tidak ditemukan, namun video serupa dengan narasi Jembatan Pamuruyan amblas ditemukan di akun TikTok @asep_mu1 yang diupload pada tanggal 13 Desember 2022.
Berdasarkan catatan redaksi Sukabumiupdate.com, peristiwa amblasnya Jembatan Pamuruyan terjadi pada Selasa 13 Desember 2022 sekitar pukul 09.00 WIB. Dimana pada saat itu sebagian badan jembatan ambruk setelah truk trailer pengangkut besi lewat.
Nuriaman (47 tahun) warga sekitar lokasi menceritakan bahwa ambrolnya jembatan pamuruyan terjadi saat pelaksana pembangunan duplikasi jembatan tengah melakukan pengerukan tanah.
Dimana pemicu ambruknya jembatan pamuruyan lama, terjadi saat pelaksanaan pembangunan proyek jembatan duplikasi tengah membuat pondasi baru, disamping badan jalan yang merupakan pondasi jembatan lama.
Kesimpulannya kabar Jembatan Pamuruyan amblas yang tersebar di grup WhatsApp adalah hoaks. Informasi tersebut menyesatkan karena pada kenyataannya Jembatan Pamuruyan pada Kamis (22/01/2026), tidak terjadi amblas.
Editor : Ikbal Juliansyah