Sukabumi Update

Cek Fakta: Barang-barang yang Biasa Digunakan Dirumah Pemicu Kanker Itu Salah!

Sebuah postingan di media sosial yang mengklaim daftar barang yang jadi pemicu kanker. (Sumber : Instagram).

SUKABUMIUPDATE.com - Beredar sebuah postingan di media sosial Instagram yang mengatakan barang-barang yang sering digunakan dirumah adalah penyebab dari datangnya kanker.

Postingan itu diunggah oleh akun Rumpi Gosip, pada 29 Januari 2026 dan telah mendapatkan like sebanyak 2, 7 ribu. Berikut isi captionnya:

Yuk kita mulai memperhatikan kandungan dari semua yang kita gunakan. Wajib Dicatat! Ternyata Barang yang Biasa Dipakai di Rumah Bisa Menjadi Penyebab K4nk3r, Kenali Kandungannya : “Pembersih/Pengharum Ruangan, Tempat Makanan Plastik, Peralatan Masak Anti Lengket, Talenan Plastik, Makanan Kaleng, Detergen Tertentu, Obat Nyamuk, Lilin Aromaterapi dst,” tulisnya.

Baca Juga: 40 Peribahasa Sunda dan Artinya: Adean ku Kuda Beureum

Dimana tak sedikit warganet yang khawatir dengan kabar tersebut, banyak yang menanyakan kebenaran hal tersebut.

Lalu apakah barang-barang yang diposting tersebut benar adanya dapat menimbulkan kanker?

Cek Fakta

Mengutip Tempo.co, tim Tempo memverifikasi konten tersebut dengan mewawancarai dokter spesialis onkologi serta merujuk berbagai sumber kredibel. Faktanya, tidak semua peralatan rumah tangga mengandung zat pemicu kanker. Rendahnya tingkat paparan membuat kaitan benda-benda tersebut sebagai penyebab kanker belum terbukti kuat.

Ahli bedah onkologi Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK Unair), dr. Asdi Wihandono, menyebut sejumlah faktor pemicu kanker. 

  • Pertama, virus seperti Human Papillomavirus (HPV) dan hepatitis.
  • Kedua, gaya hidup dan lingkungan. 
  • Ketiga, kandungan zat karsinogenik. 

Apakah barang-barang rumah tangga bisa menyebabkan kanker?

Ahli bedah onkologi Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK Unair) dr. Asdi Wihandono menjelaskan beberapa klaim tersebut:

Wadah makanan plastik dan talenan plastik dengan jenis plastik tertentu, bisa melepaskan zat seperti senyawa kimia sintetis Bisphenol A (BPA) atau phthalates. Tetapi menurut dia, tidak semua plastik mengandung zat tersebut. Selain itu, pada plastik yang mengandung zat kimia sintetis, paparan sehari-hari umumnya sangat rendah. Sejauh ini, hubungan paparan zat kimia sintetis dengan kanker pada manusia belum kuat.   

Peralatan masak anti lengket (PTFE/Teflon), menurut Asdi, aman digunakan selama tidak dipanaskan berlebihan melebihi 260°C. Risiko paparan dapat muncul jika lapisannya rusak atau terkelupas dan pemanasan yang ekstrem, bukan pada penggunaan normal.

Baca Juga: Cek Fakta:  Libur Sekolah Selama Ramadan 2026, Apakah Benar?

Makanan kaleng yang lapisan kemasannya mengandung BPA, kata Ardi, secara umum memiliki paparan yang rendah. Hubungannya sebagai penyebab kanker pada manusia dinilai belum kuat.  

Beberapa pengharum ruangan, detergen, lilin aromaterapi mengandung bahan kimia berbasis karbon yang mudah menguap (volatile organic compounds) yang bisa mengiritasi saluran napas. Namun menurut Asdi, iritasi tidak selalu menyebabkan kanker. Bukti karsinogenik langsung pada paparan rumah tangga dinilai sangat lemah.

Obat nyamuk yang mengandung Insektisida tertentu memang bersifat toksik bila terpapar dosis tinggi misalnya pada pekerja pertanian. Tetapi jika dosis penggunaan rumah tangga sesuai aturan, belum terbukti menyebabkan kanker.

Kesimpulan: Verifikasi Tempo menyimpulkan bahwa postingan itu adalah klaim menyesatkan. Narasi yang mengatakan benda-benda yang biasa digunakan di rumah seperti wadah dan talenan plastik, alat masak anti lengket, pembersih dan pengharum ruangan, serta obat nyamuk tidak benar.

Sumber: Tempo.co



Editor : Ikbal Juliansyah

Tags :
BERITA TERKAIT