SUKABUMIUPDATE.com - Sebuah unggahan di media sosial Facebok pada beberapa waktu lalu cukup menghebohkan warganet. Bagaimana tidak, dalam narasinya disebutkan polisi telah mempekerjakan ribuan narapidana jadi tukang masak di dapur MBG (Makan Bergizi Gartis).
Diunggah oleh akun Facebook Siantar Nexspart, berikut isi narasinya:
“Kapolri menegaskan "Kesatuannya menugaskan 1.000 Nara pidana untuk bekerja memasak makanan MBG. Kegiatan ini guna memberikan nilai bagi kepolisian untuk mengurangi biaya kariawan. Untuk masalah keracunan di himbau jangan pernah lapor ke polisi itu sama saja Konyol karena Ribuan dapur MBG di kelolah oleh kapolri,” tulis dalam captionnya.
Baca Juga: Libur Panjang Kenaikan Yesus Kristus, Volume Kendaraan di Sukabumi Utara Meningkat
Postingan itu sudah di like sebanyak 1.900 akun, 400 komentar dan menuai beragam komentar dari warganet.
Cek Fakta:
Dikutip dari Turnbackhoax, Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) menelusuri klaim tersebut dengan memasukkan kata kunci “Polri pekerjakan ribuan narapidana untuk memasak di dapur MBG” di mesin pencari Google.
Hasil pencarian teratas mengarah pada artikel radarcirebon.com berjudul “Pekerjakan Napi di Dapur MBG, SPPG Tangerang Pastikan Sudah Lewati Proses Tes Psikologi Ketat” yang terbit pada Minggu (26/4/2026).
Berdasarkan informasi tersebut, diketahui bahwa 11 narapidana memang dipekerjakan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Babakan, Tangerang. Namun, tugas mereka hanya mencuci ompreng, bukan memasak. Head Chef SPPG menjelaskan bahwa para narapidana tersebut telah menjalani proses seleksi ketat, baik dari pihak kepolisian maupun SPPG.
Baca Juga: Gigi Kamu Bolong? Tenang, Jepang Lagi Bikin Obat Penumbuh Gigi Baru!
Hingga saat ini, tidak ditemukan laporan resmi ataupun pemberitaan kredibel yang menyebut bahwa Kepolisian Republik Indonesia (Polri) melibatkan ribuan narapidana sebagai juru masak di dapur SPPG.
Kesimpulannya, klaim yang menyebut “Polri pekerjakan ribuan narapidana untuk memasak di dapur MBG” tidak terbukti benar dan tergolong sebagai konten palsu (fabricated content).
Sumber: Turnbackhoax
Editor : Ikbal Juliansyah