Sukabumi Update

Cek Fakta: Benarkah Pertalite Akan Dihapus pada 2027? Ini Penjelasan Resminya

Ilustrasi. Viral kabar Pertalite akan dihapus pada 2027. Berikut Hasil cek faktanya. (Sumber Foto: Freepik/@freepik)

SUKABUMIUPDATE.com – Sebuah video yang beredar luas di media sosial, terutama TikTok, mengklaim bahwa PT Pertamina (Persero) akan menghapus bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite mulai tahun 2027. Informasi tersebut memicu beragam tanggapan dari masyarakat, terutama pengguna kendaraan bermotor yang selama ini mengandalkan Pertalite sebagai bahan bakar sehari-hari.

Lantas, benarkah Pertamina telah menetapkan kebijakan untuk menghapus Pertalite pada 2027?
Berdasarkan hasil penelusuran terhadap sumber resmi pemerintah dan lembaga pemeriksa fakta, klaim tersebut tidak benar atau hoaks. Hingga saat ini tidak ada keputusan resmi dari pemerintah maupun PT Pertamina (Persero) yang menyatakan Pertalite akan dihapus pada 2027.

Klaim yang Beredar di Media Sosial

Informasi yang beredar berasal dari sebuah video media sosial yang menyebut Pertamina akan menghentikan penjualan Pertalite pada 2027. Video tersebut kemudian dibagikan ulang di berbagai platform digital sehingga menimbulkan kebingungan di tengah masyarakat.

Setelah ditelusuri, video tersebut bukan merupakan informasi baru. Narasi yang disampaikan menggunakan potongan pemberitaan lama yang kemudian diberi keterangan baru sehingga menimbulkan kesan seolah-olah telah ada keputusan resmi mengenai penghapusan Pertalite.

Baca Juga: Cek Fakta: Benarkah Harga Pertamax Turun Jadi Rp10.500 per Liter?

Klarifikasi atas Informasi Tersebut

Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) melalui laman resminya menegaskan bahwa informasi mengenai penghapusan Pertalite pada2027 merupakan hoaks.

Dalam klarifikasinya, Komdigi menjelaskan bahwa video yang beredar merupakan hasil penyuntingan terhadap pemberitaan lama yang tidak lagi sesuai dengan konteks saat ini. Narasi baru kemudian ditambahkan sehingga memunculkan informasi yang menyesatkan.

Komdigi juga menegaskan bahwa hingga saat ini pemerintah maupun Pertamina belum mengeluarkan kebijakan resmi yang menyatakan Pertalite akan dihapus pada tahun 2027. Oleh karena itu, masyarakat diminta tidak mudah mempercayai informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.

Penelusuran terhadap Pemberitaan Lama

Hasil penelusuran menunjukan bahwa isi video yang beredar memanfaatkan potongan pemberitaan lama mengenai pembahasan pengembangan bahan bakar minyak yang lebih ramah lingkungan.

Pada saat itu, pembahasan yang muncul berkaitan dengan pengembangan produk BBM yang memiliki kualitas emisi lebih baik sebagai bagian dari upaya mendukung transisi energi. Namun, pembahasan tersebut bukan merupakan keputusan untuk menghentikan penjualan Pertalite, apalagi menetapkan waktu penghapusannya pada 2027.

Narasi lama tersebut kemudian dipotong, disunting, dan disebarkan kembali dengan informasi baru yang tidak sesuai dengan fakta.

Masyarakat Diminta Mengutamakan Informasi Resmi

Maraknya penyebaran informasi di media sosial membuat masyarakat perlu lebih berhati-hati sebelum mempercayai maupun membagikan sebuah infomasi. Terlebih jika infomasi tersebut berkaitan dengan kebijakan yang dapat memengaruhi kepentingan publik.

Masyarakat disarankan untuk selalu memeriksa informasi melalui kanal resmi pemerintah, PT Pertamina (Persero), maupun situs pemeriksa fakta yang kredibel sebelum menyimpulkan kebenaran suatu informasi.

Langkah sederhana seperti membaca informasi secara utuh, memeriksa tanggal publikasi, serta memastikan sumber berita berasal dari lembaga yang berwenang dapat membantu mencegah penyebaran hoaks di ruang digital.

Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelusuran dari Komdigi, dan RRI Cek Fakta, klaim yang menyebut Pertamina akan menghapus Pertalite pada 2027 tidak benar. Informasi tersebut berasal dari video yang menggunakan potongan pemberitaan lama dan disebarkan kembali dengan narasi yang menyesatkan.

Sumber: Komdigi dan Cek Fakta RRI
Penulis: Is-Ma-Ae Tahlohding, Mahasiswa Magang Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Muhammadiyah Sukabumi.

Editor : Denis Febrian

Tags :
BERITA TERKAIT