SUKABUMIUPDATE.com - Beredar pesan dan komunikasi yang mengatasnamakan Wakil Wali Kota Sukabumi Bobby Maulana. Nomor 0823 1603 2003 yang mengatasnamakan Bobby Maulana tersebut menghubungi seseorang dengan modus meminjam uang.
Komunikasi dengan nomor tersebut terlihat meyakinkan jika masyarakat tidak hati-hati dan cermat dalam menyikapinya. Dimana penipu tersebut menggunakan foto profil Wakil Wali Kota Sukabumi Bobby Maulana yang sedang menggunakan PDUB (Pakaian Dinas Upacara Besar)
Tak hanya itu saja, pada saat bersamaan, akun WhatsApp dengan nomor 0811 2191 1348, yang mengaku sebagai Farhan, ajudan Wakil Wali Kota Sukabumi menghubungi seseorang.
Baca Juga: Hasil Persija vs Persib: Ivan Mamut Cetak Gol di Akhir Laga, Macan Kemayoran Menang 2-1
CEK FAKTA
Nomor tersebut dipastikan merupakan bagian dari upaya penipuan. Dimana berdasarkan penelusuran tim cek fakta Sukabumiupdate.com, bahwa nomor tersebut bukan milik dari Wakil Wali Kota Sukabumi dan Ajudannya.
Diskominfo Sukabumi Kota pun dalam akun media sosial resminya pada Jumat 11 September 2026, menegaskan bahwa kedua akun WhatsApp tersebut adalah palsu dan meminta kepada masyarakat untuk berhati-hati dan selalu mengkonfirmasi kebenaran informasi yang diterima dan melaporkan pesan yang mencurigakan.
"Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Sukabumi menerima informasi adanya dua akun WhatsApp Palsu ini melalui ajudan Wakil Wali Kota Sukabumi. Ditegaskan bahwa dua akun WhatsApp ini, BUKAN milik Wakil Wali Kota Sukabumi, Bobby Maulana, maupun ajudannya,” tulis dalam keterangan.
Baca Juga: Hendak ke Kamar Mandi, Lansia 75 Tahun di Sukaraja Tewas Jatuh ke Sumur 15 Meter
Sementara itu Wakil Wali Kota Sukabumi Bobby Maulana dalam akun Instagram pribadinya yang diunggah pada Jumat 11 September 2026, mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap modus penipuan yang mengatasnamakan pejabat maupun aparatur di lingkungan Pemerintah Kota Sukabumi.
Peringatan tersebut disampaikan setelah pihak manajemen Ramella Resto dan Hotel Bounty mengonfirmasi adanya seseorang yang mengaku sebagai ajudan Wakil Wali Kota Sukabumi dan meminta sejumlah uang.
Wakil Wali Kota Sukabumi mengungkapkan, kasus serupa disebut telah terjadi beberapa kali. Terakhir, modus tersebut kembali muncul setelah dirinya menghadiri undangan grand launching Ramella Resto di Hotel Bounty atas disposisi Wali Kota Sukabumi.
Baca Juga: Fadli Zon Resmikan Museum Hatta-Sjahrir di Sukabumi, Diusulkan Jadi Cagar Budaya Nasional
"Setelah acara selesai, keesokan harinya pihak manajemen dari resto dan Hotel Bounty mengonfirmasi ke protokol di Balai Kota Sukabumi bahwa ada yang mengatasnamakan ajudan Wakil Wali Kota, kemudian modusnya meminta sejumlah uang," ujarnya melalui akun Instagram pribadinya.
Ia meminta masyarakat tidak langsung percaya apabila menerima pesan atau permintaan yang mengatasnamakan dirinya, Wali Kota Sukabumi, ajudan, sekretaris pribadi (sekpri), staf, Sekretaris Daerah maupun kepala dinas di lingkungan Pemkot Sukabumi.
"Jika ada yang mengatasnamakan saya, Pak Wali Kota, ajudan kami, Sekpri, siapa pun itu, staf atau mengatasnamakan Pak Sekda atau kepala dinas atau siapa saja yang ada di lingkungan Pemerintah Kota Sukabumi ini jangan langsung dipercaya," katanya.
Baca Juga: RSUD Sekarwangi Sukabumi Resmi Operasikan Cathlab, Berhasil Pasang Ring Jantung Pasien Pertama
Menurutnya, masyarakat dapat melakukan konfirmasi terlebih dahulu kepada pihak Balai Kota Sukabumi, termasuk melalui protokol, staf Wali Kota atau Wakil Wali Kota, sekpri maupun ajudan.
Ia juga mengapresiasi langkah manajemen Hotel Bounty dan Ramella Resto yang melakukan konfirmasi sebelum memenuhi permintaan tersebut.
"Saya pikir langkah yang dilakukan oleh manajemen Hotel Bounty maupun Ramella Resto ini sudah sangat tepat, mengonfirmasi terlebih dahulu," ujarnya.
Selain modus mengatasnamakan pejabat, masyarakat juga diminta mewaspadai penyebaran malware melalui file atau tautan yang dikirim melalui WhatsApp maupun media sosial.
Baca Juga: Tak Sekadar Pantai, Batu Panganten Sukabumi Tawarkan Panorama Samudra dari Atas Tebing
Wakil Wali Kota Sukabumi mengingatkan agar masyarakat tidak sembarangan membuka file yang dikirim dari nomor tidak dikenal, termasuk file yang mengatasnamakan undangan atau dokumen tertentu.
"Jangan sembarang dibuka kalau nomor yang mengirimnya tidak dikenal," ucapnya.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya dengan pesan melalui Instagram yang menginformasikan akun akan dinonaktifkan dan meminta pengguna mengklik tautan tertentu untuk melakukan konfirmasi email atau data lainnya.
Menurutnya, masyarakat perlu berhati-hati karena tautan maupun file berbahaya dapat digunakan untuk mencuri data pribadi. Modus tersebut dikenal sebagai phishing.
"Jangan pernah mengklik sesuatu jika mengatasnamakan Instagram atau Facebook Indonesia atau membuka file dari nomor yang tidak dikenal, baik itu file undangan atau file apa saja," katanya.
Baca Juga: James Rodriguez Pulang ke Kolombia, Gabung Atletico Nacional hingga 2027
Ia menambahkan, berdasarkan koordinasi dengan Polres Sukabumi Kota, nomor yang digunakan dalam modus penipuan tersebut diduga merupakan nomor bodong. Sebagian nomor tidak memiliki data identitas yang sesuai, sementara ada pula yang dapat terlacak tetapi datanya tidak sesuai.
"Nomor-nomor tersebut bodong. Jadi tidak ada NIK, tidak ada nomor KK. Ada yang terlacak tapi tidak sesuai," ujarnya.
Ia menduga kondisi tersebut memungkinkan pelaku menggunakan atau mengkloning nomor telepon pihak lain untuk melakukan aksi kejahatan.
Wakil Wali Kota Sukabumi kembali mengingatkan masyarakat untuk selalu berhati-hati terhadap pesan, file, maupun tautan dari sumber yang tidak dikenal.
Ia menyebut, jika masyarakat terlanjur membuka tautan atau file berbahaya, terdapat risiko data pribadi hingga akses ke rekening dapat disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
"Karena kemungkinan terburuk adalah isi rekening kita bisa dikuras. Jadi tetap hati-hati, waspada dengan modus malware ini," katanya.
Dengan demikian akun WhatsApp yang mengatasnamakan Wakil Wali Kota dan Ajudan Wakil Wali Kota Sukabumi merupakan upaya penipuan dan masuk dalam hoaks kategori imposter content.
Editor : Ikbal Juliansyah