SUKABUMIUPDATE.com — Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi, Dadang Hermawan, melaksanakan takziah ke rumah duka almarhum Deni Sugiarto (36), warga yang menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan meninggal dunia di Kamboja pada 17 Juli 2025 silam.
Setelah melalui proses pemulangan yang panjang selama kurang lebih enam bulan, jenazah almarhum akhirnya tiba di kampung halamannya, Kampung Cidangder RT 33/08, Desa Purwasedar, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, pada Minggu malam (18/1/2026). Kedatangan jenazah disambut isak tangis keluarga serta ratusan warga yang turut mendoakan almarhum.
Dalam kunjungannya, Dadang Hermawan menyampaikan rasa duka cita yang mendalam, baik atas nama pribadi maupun mewakili lembaga DPRD Kabupaten Sukabumi.
“Kami atas nama pribadi dan Lembaga DPRD Kabupaten Sukabumi turut berbelasungkawa kepada keluarga almarhum. Semoga almarhum diberikan tempat terbaik di sisi Allah SWT dan husnul khatimah,” ujar Dadang.
Baca Juga: Sempat Tertahan 6 Bulan di Kamboja, Jenazah Korban TPPO asal Ciracap Tiba di Rumah Duka
Ia juga mengaku terharu melihat banyaknya warga yang datang melayat, menunjukkan sosok almarhum yang diterima dengan baik semasa hidupnya.
“Kami menyaksikan sendiri banyak warga yang hadir dan mendoakan almarhum. Ini menunjukkan bahwa almarhum memiliki pribadi yang baik dan dikenal di lingkungannya,” tambahnya.
Di sela-sela takziah, Dadang juga memberikan pesan edukatif kepada masyarakat agar lebih waspada terhadap tawaran kerja di luar negeri yang tidak jelas prosedurnya. Ia berharap tragedi yang menimpa Deni Sugiarto menjadi yang terakhir.
“Semoga kejadian ini menjadi pembelajaran bagi seluruh warga agar lebih berhati-hati dan selektif dalam menentukan pekerjaan ke luar negeri, serta memastikan jalur yang ditempuh aman dan legal,” pungkasnya.
Kasus meninggalnya Deni Sugiarto kembali memicu keprihatinan publik terkait keamanan pekerja migran. Peristiwa ini menjadi pengingat bagi pemerintah dan pemangku kepentingan untuk memperketat pengawasan serta perlindungan terhadap tenaga kerja Indonesia di luar negeri. (adv)
Editor : Denis Febrian