SUKABUMIUPDATE.com - Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Sukabumi, Ferry Supriyadi, menegaskan agar seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tidak menggunakan buah dan sayur impor dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Penegasan itu disampaikan sebagai bentuk dukungan terhadap tujuan program MBG yang tidak hanya berfokus pada pemenuhan gizi, tetapi juga penguatan ekonomi masyarakat bawah.
Ferry menyebut, program MBG merupakan amanat Presiden Prabowo Subianto, bersama Badan Gizi Nasional (BGN) dan sejumlah kementerian terkait. Program tersebut dirancang untuk mempersiapkan generasi masa depan dari sisi gizi agar mampu bersaing menuju Indonesia Emas 2045.
“Tujuan dari MBG ini adalah bagaimana negara bisa mempersiapkan dan menopang calon generasi masa depan dari sisi gizi, sehingga generasi mendatang siap bersaing,” kata Ferry, Rabu (21/1/2025).
Baca Juga: Harga Pangan Nasional Kompak Turun, Cabai Rawit Merah di Kota Sukabumi Naik Rp5 Ribu
Selain itu, program MBG juga memiliki tujuan untuk menggeliatkan ekonomi di tingkat bawah. Melalui keterlibatan petani dan pedagang kecil sebagai pemasok bahan pangan yang diharapkan dapat meningkatkan perputaran ekonomi lokal.
“Tujuan baik lainnya dari MBG ini adalah bagaimana ekonomi grassroot bisa bergerak, karena petani dan pedagang kecil bisa ikut berpartisipasi menyuplai dapur MBG,” ujarnya.
Atas dasar itu, Komisi IV DPRD Kabupaten Sukabumi mengimbau keras seluruh SPPG agar tidak menggunakan produk impor. Ferry menilai, penggunaan buah dan sayur impor justru menutup peluang bagi petani lokal untuk berkembang.
“Kalau menggunakan bahan impor, sama saja kita tidak memberi ruang bagi petani lokal. Yang diuntungkan justru importir dan negara lain,” ucapnya.
Baca Juga: Sering Picu Kecelakaan, Jalan Nasional di Depan Alun-alun Gadobangkong Ditambal Warga
Ia menekankan, setiap daerah seharusnya memanfaatkan potensi dan kearifan lokal yang tersedia. Menurutnya, jika suatu wilayah memiliki hasil pertanian seperti pisang, melon, atau buah lokal lainnya, maka produk tersebut yang seharusnya digunakan dalam program MBG.
“Kalau di kita adanya pisang, gunakan pisang. Ada melon, gunakan melon. Gunakan buah-buah yang ada di Republik Indonesia,” katanya.
Di sisi lain, pihaknya menegaskan Komisi IV DPRD Kabupaten Sukabumi akan terus menyampaikan imbauan tersebut agar seluruh SPPG berkomitmen menggunakan buah dan sayur lokal demi peningkatan ekonomi masyarakat dari bawah.
“Ini akan kami sampaikan secara tegas supaya SPPG tidak lagi menggunakan buah dan sayur impor, tapi beralih ke produk lokal,” pungkasnya.(adv)
Editor : Asep Awaludin