Sukabumi Update

Reses di Warungkiara, Dewan Hamzah Serap Aspirasi Warga Soal Jalan Rusak dan PAUD

Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi, Hamzah Gurnita, Saat Reses I di Kampung Cibungur, Desa Warungkiara, Kecamatan Warungkiara, Kamis (5/2/2026). (Sumber : SU/Ilyas).

SUKABUMIUPDATE.com - Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi, Hamzah Gurnita, menggelar Reses I Tahun Sidang 2026 di Kampung Cibungur, Desa Warungkiara, Kecamatan Warungkiara, Kamis (5/2/2026). Kegiatan tersebut disambut antusias oleh masyarakat yang memanfaatkan momentum reses untuk menyampaikan berbagai aspirasi.

Hamzah mengatakan, partisipasi warga dalam reses kali ini terbilang tinggi. Beragam masukan, saran, hingga keluhan disampaikan langsung dan akan menjadi bahan yang dibawa ke pembahasan anggaran bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).

“Alhamdulillah, antusias masyarakat Kampung Cibungur, Desa Warungkiara ini sangat luar biasa. Banyak masukan, saran, dan pendapat yang wajib saya bawa nanti saat rapat Banggar dengan TAPD,” ujar Hamzah.

Baca Juga: Relokasi Penyintas Pergerakan Tanah Pasirsuren Mulai Jelas, Lahan Dinyatakan Layak

Ia menyebutkan, aspirasi warga yang paling menonjol berkaitan dengan infrastruktur jalan serta sarana pendidikan PAUD. Selain itu, masih terdapat sejumlah persoalan lain yang turut menjadi perhatian.

Saat ditanya mengenai skala prioritas tindak lanjut aspirasi warga, Hamzah menegaskan bahwa seluruh aspirasi masyarakat menjadi prioritas DPRD. “Semua skala prioritas kami di DPRD. Tinggal nanti bagaimana kita memperjuangkannya saat rapat Banggar dengan TAPD,” tegasnya.

Menurut Hamzah, persoalan infrastruktur jalan menjadi aspirasi yang paling dominan disampaikan warga, khususnya jalan lingkungan dan gang-gang permukiman. Kondisi jalan yang rusak disebut berdampak langsung pada aktivitas masyarakat, terutama anak-anak sekolah.

Baca Juga: Viral Dugaan Dana PIP Siswa Dipotong Rp200 Ribu di MTs Cikakak, Ini Kata Kepsek

“Infrastruktur jalan itu yang paling utama, jalan lingkungan dan gang-gang. Ada beberapa akses yang ketika hujan membuat anak sekolah terpaksa libur. Ini harus menjadi catatan serius bagi kami dan pemerintah daerah,” jelasnya.

Selain infrastruktur, Hamzah juga menyinggung program rumah tidak layak huni (rutilahu) yang akan kembali digulirkan oleh Pemerintah Daerah pada tahap kedua tahun ini.

“Insyaallah tahun ini pemerintah daerah akan mengalokasikan anggaran beberapa miliar untuk rutilahu tahap kedua, termasuk bagi warga yang terdampak bencana kemarin. Saya pastikan dan tekankan, selaku Ketua Komisi II, akan meminta hal itu kepada pemerintah daerah,” pungkasnya. (adv)

 

Editor : Ikbal Juliansyah

Tags :
BERITA TERKAIT