Sukabumi Update

Reses Loka Tresnajaya di Manggis Hilir Desa Benda, UMKM Jadi Fokus Penguatan Ekonomi

Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi dari Fraksi Partai Golkar, H. M. Loka Tresnajaya, saat kegiatan reses di Kampung Manggis Hilir, Desa Benda, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi. (Sumber : SU/Ibnu Sanubari)

SUKABUMIUPDATE.com - Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi, H. M. Loka Tresnajaya, menggelar Reses Tahun Sidang 2026 di Kampung Manggis Hilir RW 03, Desa Benda, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi. Kegiatan ini menjadi rangkuman dari pelaksanaan reses pertama hingga ketiga yang telah dilakukan sebelumnya.

Loka menjelaskan, reses ketiga ini difokuskan untuk mematangkan arah perjuangan aspirasi masyarakat Desa Benda. Selain pembangunan fisik seperti jalan, jembatan, dan fasilitas umum, ia menaruh perhatian besar pada pembangunan sumber daya manusia.

Menurutnya, Desa Benda dan wilayah Manggis Hilir dipilih karena termasuk daerah dengan kepadatan penduduk tinggi, namun di sisi lain menghadapi persoalan keterbatasan lapangan kerja.

“Usia kerja di sini cukup tinggi, tapi kesempatan kerjanya masih terbatas. Itu yang menjadi persoalan utama,” kata Loka.

Baca Juga: Bos BGN: Anak Putus Sekolah Karena Tak Ada Uang Jajan, MBG Jadi Penyelamat

Dalam kegiatan reses ini, penekanan diarahkan pada penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Loka menyebut, warga Desa Benda sebenarnya sudah memiliki produk dan bahkan rumah produksi, namun masih membutuhkan dukungan lanjutan.

“Produk sudah ada. Yang dibutuhkan sekarang itu alat pendukung, modal, dan pengetahuan bagaimana memasarkan produk supaya bisa bersaing,” ujarnya.

Ia menilai, pelatihan menjadi bagian penting dalam pengembangan UMKM. Tidak hanya soal produksi, tetapi juga peningkatan kualitas sumber daya manusia agar pelaku usaha siap ketika bantuan pemerintah datang.

“Bukan hanya datang modalnya, tapi kesiapan pelaku UMKM-nya juga harus ada. Saya lebih mengedepankan bisa menjual daripada hanya bisa membuat,” jelasnya.

Loka menyampaikan, salah satu bentuk dukungan yang disiapkan adalah menyediakan ruang etalase untuk menampilkan produk UMKM Desa Benda. Rencananya, etalase tersebut akan ditempatkan di kawasan Gang Hawai hingga wilayah karya SPBG sebagai bagian dari rencana pembentukan wilayah ekonomi khusus.

Baca Juga: Child Grooming Fenomena Gunung Es, KPAI Soal Kasus Konten Guru-Murid di Sukabumi

“Nanti para penggiat ekonomi bisa berkumpul di satu area. Ada kelompok kuliner, peternakan, perikanan, semuanya terakomodir,” katanya.

Ia menjelaskan, UMKM di Desa Benda mulai dikelompokkan berdasarkan jenis usahanya. Khusus untuk sektor kuliner, saat ini kebutuhannya adalah ruang dan tempat untuk memasarkan hasil produksi.

Terkait produk unggulan, Loka mengatakan belum menetapkan satu jenis produk tertentu. Namun, potensi hasil bumi dinilai cukup besar untuk dikembangkan menjadi produk bernilai tambah.

“Hasil kebun bisa jadi keripik, tapi jangan keripik biasa. Bisa juga diolah jadi selai. Bahkan Desa Benda siap produksi roti dari bahan baku hasil bumi lokal,” ungkapnya.

Soal permodalan, Loka menyebut akan diupayakan melalui anggaran, namun saat ini fokus utamanya masih pada peningkatan kualitas sumber daya manusia. Ia menegaskan, pelatihan digital marketing sudah dilakukan pada 2025 dan diikuti sekitar 200 peserta.

“Zaman sekarang penjualan itu kuncinya. Digital marketing itu penting. Produk unggulan itu ukurannya sederhana, laku dijual,” ujarnya.

Ke depan, Loka berharap status Desa Benda sebagai salah satu kawasan ekonomi khusus di Kecamatan Cicurug bisa diwujudkan secara nyata. Dengan jumlah penduduk lebih dari 16 ribu jiwa dan usia kerja yang tinggi, penguatan UMKM dinilai menjadi solusi untuk meningkatkan penyerapan tenaga kerja.

“Saya ingin orientasi ekonomi masyarakat tidak hanya masuk ke pabrik, tapi juga menghidupkan usaha kecil dan menengah di kampung sendiri. Selain bisa produksi, harus bisa jual,” pungkasnya. (adv)

 

Editor : Ikbal Juliansyah

Tags :
BERITA TERKAIT