Sukabumi Update

Komisi IV DPRD Sukabumi Dukung Revitalisasi Palagan Bojongkokosan Jadi Pusat Edukasi & Wisata

Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Sukabumi, Ferry Supriyadi, menyampaikan pandangannya terkait rencana revitalisasi Museum Palagan Bojongkokosan. (Sumber Foto: SU/Ibnu)

SUKABUMIUPDATE.com - Komisi IV DPRD Kabupaten Sukabumi memberikan dukungan penuh terhadap gagasan revitalisasi kawasan Museum Palagan Bojongkokosan di Desa Bojongkokosan, Kecamatan Parungkuda. Pengembangan ini dinilai strategis untuk memperkuat peran museum sebagai sarana edukasi sejarah sekaligus daya tarik wisata unggulan.

Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Sukabumi, Ferry Supriyadi, menegaskan bahwa Bojongkokosan merupakan bukti otentik perjuangan kemerdekaan di Sukabumi yang nilai-nilainya harus ditanamkan kepada generasi penerus.

“Ini perlu kita akui dan tanamkan dalam diri kita sebagai generasi penerus, bagaimana momen sejarah ini bisa melekat dan menjadi edukasi bagi dunia pendidikan dan masyarakat,” ujar Ferry kepada sukabumiupdate.com di Museum Palagan Bojongkokosan.

Ia menyebut, pembahasan terkait pengembangan kawasan tersebut saat ini masih dalam tahap awal. Gagasan revitalisasi, lanjutnya, juga merupakan kelanjutan dari inisiatif sebelumnya yang diprakarsai oleh Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi, Hera Iskandar.

Baca Juga: Revitalisasi Palagan Bojongkokosan Sukabumi Disiapkan, Dispar Dorong Jadi Pusat Budaya & Wisata

Ferry menilai, pengembangan kawasan berbasis sejarah ini berpotensi menjadi daya tarik daerah yang berdampak pada ekonomi lokal sekaligus meningkatkan citra Kabupaten Sukabumi.

Terkait konsep revitalisasi, ia menyambut baik rencana menjadikan kawasan tersebut sebagai pusat kebudayaan dan sejarah berbasis digital. Menurutnya, konsep tersebut dapat menghubungkan aspek wisata, pendidikan, dan kebudayaan dalam satu kawasan.

“Konsep ini akan terus kita kaji dan matangkan agar bisa dijalankan, sehingga Bojongkokosan bisa menjadi laboratorium edukasi sejarah di Kabupaten Sukabumi,” katanya.

Komisi IV, lanjut Ferry, mendorong agar rencana tersebut dapat direalisasikan oleh pemerintah daerah, dengan tetap membuka peluang kerja sama dengan pihak swasta jika diperlukan.

“Apabila kemampuan anggaran daerah tidak memungkinkan, kerja sama dengan pihak swasta bisa menjadi salah satu opsi,” ucapnya.

Baca Juga: DPRD Sukabumi Ingatkan Soal Tower Tak Berizin: Terancam Sanksi hingga Penutupan

Dalam upaya menarik minat generasi muda, ia menyebut pengembangan akan diarahkan berbasis digital serta dikolaborasikan dengan kegiatan wisata dan penguatan pelaku UMKM di sekitar kawasan.

Selain itu, keterlibatan komunitas lokal juga dinilai penting dalam pengembangan kawasan tersebut.

“Komunitas juga ikut terlibat, bersama-sama membangun dari unsur sejarah, kebudayaan, dan pariwisata,” katanya.

Ia menambahkan, sejumlah perangkat daerah telah terlibat dalam pembahasan awal revitalisasi, di antaranya Dinas Pariwisata, Dinas Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga, Dinas Pendidikan, serta unsur pemerintah daerah lainnya.

Ke depan, Ferry berharap rencana pengembangan tersebut dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat luas, baik dalam aspek pendidikan maupun ekonomi.

“Harapannya bisa meningkatkan pembelajaran sejarah dan juga mendorong perekonomian masyarakat serta menambah pendapatan daerah,” pungkasnya. (adv)

Editor : Denis Febrian

Tags :
BERITA TERKAIT