SUKABUMIUPDATE.com - Persoalan legalitas sekolah di atas lahan HGU, penanganan sampah, hingga rendahnya honorarium guru menjadi sorotan utama dalam kegiatan Reses Ke-II Tahun Sidang 2026 yang digelar Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi dari Fraksi PKS, Leni Liawati, di Kecamatan Cisolok, Rabu (3/6/2026).
Dalam pertemuan tersebut, masyarakat menyampaikan berbagai aspirasi yang dinilai mendesak untuk segera ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah.
Salah satu keluhan yang paling banyak disampaikan berkaitan dengan status sekolah yang berdiri di atas lahan milik PTPN atau berstatus Hak Guna Usaha (HGU). Warga dan pihak sekolah meminta adanya kejelasan legalitas agar proses pendidikan dapat berjalan lebih aman dan memiliki kepastian hukum.
Baca Juga: Reses di Parungkuda, Yudi Suryadikrama Tampung Aspirasi UMKM hingga Infrastruktur
Selain itu, persoalan sampah juga menjadi perhatian serius masyarakat. Warga menilai penanganan sampah di Kabupaten Sukabumi perlu dilakukan secara menyeluruh mulai dari hulu hingga hilir. Mereka mendorong pemerintah untuk meningkatkan edukasi pengelolaan sampah kepada masyarakat, menambah armada pengangkut sampah, memperkuat sumber daya manusia, serta menegakkan Peraturan Daerah (Perda) terkait pengelolaan sampah.
Di bidang kesehatan, warga berharap akses pelayanan kesehatan dapat semakin mudah dijangkau dan kualitas pelayanan terus ditingkatkan. Aspirasi tersebut juga mencakup permintaan jaminan kesehatan bagi masyarakat kurang mampu agar dapat memperoleh layanan kesehatan dengan prosedur yang lebih sederhana dan cepat.
Sementara itu, para tenaga pendidik turut menyuarakan aspirasi terkait kesejahteraan guru. Honorarium yang diterima saat ini dinilai masih jauh dari kata layak. Mereka meminta pemerintah daerah menerbitkan Surat Keputusan (SK) Bupati sebagai dasar penguatan status guru serta mendorong kenaikan insentif daerah hingga minimal setara Upah Minimum Kabupaten (UMK).
Baca Juga: Reses di Parungkuda, Yudi Suryadikrama Tampung Aspirasi UMKM hingga Infrastruktur
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Leni Liawati menyatakan seluruh masukan masyarakat akan dicatat dan diperjuangkan melalui mekanisme yang ada di DPRD Kabupaten Sukabumi.
Menurutnya, reses merupakan momentum penting untuk menyerap kebutuhan riil masyarakat yang nantinya akan menjadi bahan pembahasan bersama pemerintah daerah.
"Semua aspirasi yang disampaikan masyarakat akan kami tampung dan perjuangkan sesuai kewenangan yang ada. Ini menjadi bahan penting dalam mendorong kebijakan yang berpihak kepada masyarakat," ujarnya.
Kegiatan reses berlangsung dengan antusias dan dihadiri berbagai unsur masyarakat, mulai dari tokoh masyarakat, tenaga pendidik, hingga warga Kecamatan Cisolok. (adv)
Editor : Ikbal Juliansyah