Sukabumi Update

Reses di Babakan Pari Cidahu, Deni Gunawan Edukasi Masyarakat dan Minta Jauhi Bank Emok

Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi dari Fraksi Golkar, Deni Gunawan, melaksanakan Reses Ke-2 Masa Sidang Tahun 2026 di wilayah Desa Babakan Pari, Kecamatan Cidahu. (Sumber : SU/Ibnu Sanubari).

SUKABUMIUPDATE.com - Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi dari Fraksi Golkar, Deni Gunawan, melaksanakan Reses Ke-2 Masa Sidang Tahun 2026 di Perumahan Babakan Pari Regency (BPR), Kampung Pojok RT 01/05, Desa Babakan Pari, Kecamatan Cidahu, Kamis (4/6/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Deni menyebut aspirasi yang disampaikan masyarakat tidak jauh berbeda dengan wilayah lainnya, mulai dari infrastruktur hingga fasilitas pendidikan. Namun, menurutnya, reses tidak hanya menjadi wadah menyerap aspirasi, tetapi juga sarana memberikan edukasi kepada masyarakat.

"Di reses kedua ini memang aspirasi masyarakat tidak jauh berbeda, dari infrastruktur, terus dari fasilitas-fasilitas pendidikan dan sebagainya. Cuma tadi saya lebih menekankan bahwa setiap reses prinsipnya peserta harus mendapatkan edukasi," kata Deni.

Baca Juga: Pria 21 Tahun di Palabuhanratu Ditetapkan Tersangka Kasus Pencabulan Anak di Bawah Umur

Ia mengaku sengaja mengajak peserta berdialog dan mengadakan kuis dalam setiap kegiatan reses. Tujuannya agar masyarakat tidak hanya hadir, tetapi juga memperoleh pengetahuan yang dapat menjadi bekal ketika menyampaikan aspirasi pada kesempatan berikutnya.

"Jadi saya ingin ada kesan yang diambil oleh para peserta reses ini, supaya pulang itu mendapatkan ilmu. Ketika suatu hari nanti mereka mendapat lagi undangan reses, mereka akan siap dengan bekal apa saja yang harus disampaikan," ujarnya.

Menurut Deni, reses merupakan wadah penting bagi masyarakat untuk menyampaikan kebutuhan dan persoalan yang ada di lingkungannya. Karena itu, ia berharap masyarakat semakin memahami kondisi wilayahnya masing-masing.

Baca Juga: Lowongan Kerja Sukabumi Sebagai Pencuci Piring Minimal SMA Sederajat

Ia mencontohkan pentingnya peran RT, RW, kader PKK, dan kader posyandu dalam mengenali warga yang membutuhkan bantuan, termasuk persoalan stunting maupun rumah tidak layak huni.

"Jangan sampai kita hidup di kota, tapi masih ada warga yang stunting, rutilahu yang perlu dibantu tetapi tidak tersentuh. Ini kan bikin malu kita semua," katanya.

Selain menyerap aspirasi, Deni juga menjelaskan sejumlah pokok pikiran yang menjadi perhatiannya di Desa Babakan Pari. Menurutnya, wilayah tersebut bukan merupakan desa pertanian sehingga perhatian tidak hanya tertuju pada sektor pertanian, tetapi juga pada persoalan sosial dan ekonomi masyarakat.

Baca Juga: Nomor WhatsApp Penipu Catut Nama Camat Warudoyong Kota Sukabumi

Di sisi lain, Deni menilai perkembangan perekonomian di Desa Babakan Pari terus mengalami peningkatan. Salah satunya ditandai dengan bertambahnya investasi dan aktivitas perusahaan yang kembali berkembang.

"Masalah infrastruktur tentunya terus diperlukan. Seperti contoh saya lewat ke sini, memang jalan baru diaspal tapi belum semua. Masalah infrastruktur karena perekonomian di Desa Babakan Pari alhamdulillah terus meningkat setelah hadirnya para investor yang membuat pabrik-pabrik baru," ujarnya.

Menurutnya, berkembangnya dunia usaha tidak hanya membuka lapangan pekerjaan, tetapi juga berpotensi meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) melalui sektor pajak.

Baca Juga: Resmi Dibuka, Duplikasi Jembatan Pamuruyan Mulai Layani Arus Bogor-Sukabumi

"Itulah sasaran saya. Kenapa tadi saya juga menyampaikan harus taat pajak. Di situlah PAD akan meningkat," ucapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Deni turut menyoroti keberadaan bank emok yang masih menjadi perhatian di tengah masyarakat. Ia mengatakan Pemerintah Kabupaten Sukabumi melalui Perumda BPR memiliki program pinjaman tanpa bunga yang dapat dimanfaatkan masyarakat, khususnya pelaku usaha.

"Pemda lewat BPR-nya punya program pinjaman tanpa bunga. Tentunya ini sangat membantu daripada kita meminjam ke bank emok. Bunganya sudah luar biasa tinggi sehingga bukan membantu, akhirnya mencekik," katanya.

Menurut Deni, program tersebut perlu lebih luas diketahui masyarakat agar warga memiliki pilihan selain meminjam kepada bank emok.

"Coba saja datang ke BPR. Walaupun nantinya secara aturan normatif perbankan, tetapi ada kemudahan, tanpa bunga," ujarnya.

Deni bahkan mengajak masyarakat untuk menjauhi praktik pinjaman dari bank emok.

"Ya itu tadi, bikinlah bender-bender setiap RT. Usir bank emok! Usir aja bank emok! Sekali lagi, usir bank emok!" kata Deni sambil tertawa.

Meski demikian, ia menyadari sebagian masyarakat terkadang meminjam karena kebutuhan yang mendesak. Karena itu, ia mengimbau warga untuk memanfaatkan program pembiayaan yang telah disediakan pemerintah daerah.

"Terkadang ibu-ibu tanpa sepengetahuan suaminya juga kan darurat. Ya kita cuma bisa mengimbau. Alangkah baiknya dihindari, tapi kalau memang perlu sekali untuk usaha, lanjut saja ke BPR. Itu solusinya," pungkasnya. (adv)

 

Editor : Ikbal Juliansyah

Tags :
BERITA TERKAIT