Sukabumi Update

Reses di Kadununggal, Loka Tresnajaya Serap Usulan Sektor Pertanian dan Peternakan

Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi dari Fraksi Golkar, Loka Tresnajaya, serap aspirasi warga saat reses di Kampung Kadununggal RT 13/03, Desa Kadununggal, Kecamatan Kalapanunggal, Sabtu (6/6/2026). (Sumber : SU/Ibnu Sanubari).

SUKABUMIUPDATE.com - Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi dari Fraksi Golkar, H.M. Loka Tresnajaya, melaksanakan reses di Kampung Kadununggal RT 13/03, Desa Kadununggal, Kecamatan Kalapanunggal, Kabupaten Sukabumi, pada Sabtu (6/6/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Loka berdialog dengan para ketua PK dan PD se-Daerah Pemilihan (Dapil) 2. Menurutnya, sebagian besar pembahasan masih berkaitan dengan usulan program yang sebelumnya telah diajukan pada tahun 2025.

"Alhamdulillah hari ini reses pertama di masa reses kedua tahun 2026. Konstituen yang hadir para ketua PK dan PD se-Dapil 2," kata Loka.

Baca Juga: SIM Fisik Tertinggal Saat Ada Razia? Kini Bisa Tunjukkan SIM Digital dari HP

Ia menjelaskan, empat ketua PK hadir dalam kegiatan tersebut, sementara dari unsur PD tercatat sekitar 12 hingga 13 orang mengikuti reses.

Menurut Loka, usulan yang disampaikan masih didominasi sektor pertanian dan peternakan. Komoditas yang banyak dibahas di antaranya pisang, ubi, serta pengembangan peternakan.

"Pembahasannya lebih ke mengulang sebetulnya. Program ajuan usulan yang diajukan waktu tahun 2025. Di pertanian ada pisang dan ubi, selanjutnya juga ada peternakan. Jadi masih di sekitar pertanian dan peternakan," ujarnya.

Baca Juga: 13 Ucapan Tahun Baru Islam 1448 H Bahasa Sunda Lengkap dengan Artinya

Ia mengatakan, sejumlah usulan yang sebelumnya telah diterima dan diajukan masih belum terealisasi hingga pertengahan tahun 2026. Karena itu, dalam reses kali ini ia kembali mempertanyakan kelanjutan program-program tersebut.

"Khususnya ada beberapa program usulan yang sudah saya terima, sudah saya bawa, sudah saya usulkan, tapi memang belum sempat terealisasi di tahun 2026 sampai hari ini. Mudah-mudahan masih ada waktu enam bulan ke depan," katanya.

Selain usulan lama, kata Loka, terdapat pula beberapa usulan baru yang disampaikan peserta reses. Namun secara umum masih berkaitan dengan sektor pertanian, peternakan, dan pariwisata.

Baca Juga: Hingga Mei 2026, Anggaran MBG Tembus Rp88,15 Triliun: Sebulan Naik 17,5 persen

Saat ditanya mengenai potensi Desa Kadununggal yang dinilai belum tergarap maksimal, Loka menyebut wilayah tersebut memiliki sumber daya alam yang mendukung berbagai sektor usaha.

"Potensi terbesarnya bahwa Kalapanunggal, khususnya Kadununggal ini punya aset berupa lahan yang luas, tanah yang subur, air yang mengalir di sini. Bisa pertanian, peternakan, begitu juga pariwisata," ujarnya.

Loka menuturkan, sebagian besar kelompok yang mengajukan usulan telah tergabung dalam Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan). Menurutnya, mayoritas kelompok tersebut juga telah memenuhi persyaratan legalitas.

Baca Juga: Nilai Tukar Rupiah Terus Melemah, Gubernur BI Siapkan 2 Strategi untuk Stabilkannya

"Sebagian besar secara legalitas formalnya mereka sudah memenuhi syarat," katanya.

Dalam dialog tersebut, sejumlah kebutuhan juga disampaikan oleh kelompok tani. Mulai dari bantuan modal usaha, bibit, hingga sarana dan prasarana pendukung kegiatan pertanian.

"Ada yang memang bantuan modal, ada juga yang bantuan bibit atau sarana prasarana, mau alat kerja atau yang lainnya," ujarnya.

Sementara dari sektor peternakan, usulan yang muncul dalam reses kali ini berkaitan dengan bantuan ternak kambing.

Baca Juga: Diduga Korsleting Listrik, Rumah Warga di Desa Cikangkung Ciracap Ludes Terbakar

Di akhir kegiatan, Loka mengingatkan para pengusul agar tidak hanya menyampaikan proposal, tetapi juga ikut mengawal prosesnya hingga tuntas.

"Setiap usulan program tidak cukup hanya disampaikan saja, tapi saya juga meminta kepada mereka untuk mengawal sebuah usulan dan ajuan itu. Kalaupun suatu saat proposal itu ada masalah, masalahnya di mana biar bisa diketahui," katanya.

Menurutnya, usulan yang telah diajukan tetap harus melalui proses dan keputusan dari pihak eksekutif terkait pelaksanaan program yang akan direalisasikan.

"Proposal dibuat, proposal diajukan, tapi sekali lagi eksekutif yang memutuskan eksekusinya kegiatan yang mana," pungkasnya. (adv)

 

Editor : Ikbal Juliansyah

Tags :
BERITA TERKAIT