SUKABUMIUPDATE.com – Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, Ramzi Akbar Yusuf, menyoroti pengelolaan destinasi wisata milik Pemerintah Kabupaten Sukabumi, khususnya terkait kondisi akses jalan dan minimnya fasilitas penunjang menuju kawasan wisata Pondok Halimun di Kecamatan Sukabumi.
Menurut Ramzi, pengembangan sektor pariwisata tidak boleh hanya berorientasi pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), tetapi juga harus dibarengi dengan perbaikan infrastruktur dan fasilitas yang menunjang kenyamanan wisatawan.
Ia mengapresiasi langkah Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Sukabumi yang melakukan digitalisasi sistem tiket untuk meningkatkan transparansi dan optimalisasi PAD. Namun, menurutnya, peningkatan pendapatan harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas layanan di destinasi wisata.
"Pemkab Sukabumi meng-upgrade (sistem) ticketing-nya agar mendapatkan PAD yang lebih baik, itu sangat saya support. Tapi izin, untuk Dinas Pariwisata jangan hanya mengambil PAD-nya saja dari masyarakat lewat ticketing, tapi ditunjang juga dengan fasilitas-fasilitasnya, terutama jalannya, yang kedua penerangannya," ujar Ramzi melalui unggahan di akun Instagram pribadinya seperti dilihat sukabumiupdate.com, Rabu (1/7/2026).
Ramzi mengaku pernah berdialog dengan pelaku UMKM yang beraktivitas di kawasan Pondok Halimun. Dari hasil pertemuan tersebut, para pelaku usaha lebih banyak mengeluhkan kondisi infrastruktur dan minimnya penerangan menuju lokasi wisata.
"Kalau fasilitas menunjang, otomatis PAD akan berbanding lurus (meningkat)," katanya.
Baca Juga: DPRD Setujui Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025, Bupati Sukabumi Tekankan Akuntabilitas
Ia berharap Dispar terus melakukan pembenahan sehingga sektor pariwisata Kabupaten Sukabumi semakin berkembang dan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.
"Semoga langkah teman-teman Dinas Parwisata Kabupaten Sukabumi dalam memajukan parwisata itu menjadi maju dan berkah mubarakah," pungkasnya.
Menanggapi kritik tersebut, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi, Ali Iskandar, menyampaikan apresiasi atas berbagai masukan yang diberikan masyarakat maupun DPRD.
Menurutnya, seluruh kritik dan saran menjadi energi bagi Dispar untuk terus melakukan perbaikan dalam mendukung visi pembangunan Kabupaten Sukabumi.
"Bagi kami, masukan saran itu adalah amunisi, adalah energi bagi kami untuk melakukan perbaikan diri, membantu Pak Bupati mewujudkan Kabupaten Sukabumi yang mubarakah," ujar Ali dalam video yang diunggah di akun media sosial Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi.
Baca Juga: Wisatawan Keluhkan Sewa Kursi Pantai Palabuhanratu Rp25 Ribu per Jam, Dispar Janji Tertibkan
Ali menjelaskan, salah satu pembenahan yang telah dilakukan adalah digitalisasi sistem retribusi di enam destinasi wisata milik pemerintah daerah. Sebelumnya, sistem penarikan retribusi masih dilakukan secara manual sehingga dinilai berpotensi menimbulkan kebocoran pendapatan.
Awalnya, pembayaran dilakukan menggunakan QRIS. Namun, untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan, Dispar kemudian bekerja sama dengan Jasaraharja Putera melalui sistem e-ticketing.
Hasilnya, dalam enam bulan pertama tahun 2026, pendapatan dari objek wisata daerah telah melampaui capaian sepanjang tahun 2025.
"Selama 6 bulan berjalan atau setengah tahun pengelolaan di tahun 2026, pemasukan untuk ke kas daerah itu sudah melewati pendapatan kita di tahun yang lalu. Sudah terkumpul kurang lebih Rp687 juta, dari pendapatan kita di tahun lalu hanya Rp675 jutaan. Ini sekali lagi sebagai sebuah respon atas masukan dan saran masyarakat agar pengelolaannya bisa secara digital," jelasnya.
Lebih lanjut Ali mengakui bahwa persoalan akses jalan, penerangan, dan fasilitas pendukung lainnya masih menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan secara bertahap.
Menurutnya, keterbatasan fiskal daerah menjadi salah satu tantangan dalam memenuhi seluruh kebutuhan infrastruktur pariwisata secara bersamaan.
"Tentu ini menjadi PR buat kami, menjadi impian kami. Wisata yang ada di Kabupaten Sukabumi lengkap, sempurna, paripurna. Tidak hanya sekedar atraksinya, something to see, something to do, something to learn, something to buy, tapi juga berkaitan dengan akses ke lokasi wisata," ungkapnya.
Ia menjelaskan bahwa pembangunan akses jalan maupun penerangan bukan menjadi kewenangan tunggal Dinas Pariwisata, melainkan memerlukan dukungan dari instansi terkait seperti Dinas Pekerjaan Umum dan Dinas Perhubungan.
Karena itu, pihaknya terus membangun komunikasi lintas sektor agar kebutuhan infrastruktur menuju kawasan wisata, terutama Pondok Halimun, dapat masuk dalam program prioritas pembangunan daerah.
"Berkaitan pula dengan amenitas sarana penunjang yang ada di lokasi wisata. Itu sekali lagi menjadi keinginan, harapan kita semua agar bisa dilengkapi dan disempurnakan. Namun sekali lagi, di kondisi fiskal kita yang masih sangat terbatas, kami sudah beberapa kali menyampaikan usulan agar ini bisa diperhatikan, bisa diprioritaskan oleh Dinas intansi pengampu," ungkapnya.
"Tentu jalan dengan Dinas PU, tentu saja berkaitan dengan PJU, dengan Dinas Perhubungan. Dan tentu ini sekali lagi menjadi catatan agar kami ke depan bisa memperhatikan itu semua. Insya Allah, kami sudah mendapatkan arahan, kami terus membangun komunikasi dengan dinasnya terkait agar itu kemudian bisa diperhatikan," tambahnya.
Baca Juga: Dispar Optimis Pendapatan Retribusi Wisata Kabupaten Sukabumi 2026 Tembus Rp 1 Miliar
Ali mengungkapkan bahwa Dinas Pariwisata juga sedang menyiapkan sejumlah skema pengembangan kawasan wisata Pondok Halimun, termasuk menjalin kerja sama dengan desa dan pihak PTPN I Regional 2.
Salah satu opsi yang tengah dikaji adalah pembangunan infrastruktur melalui program kolaboratif bersama pemerintah desa dan TNI melalui program bakti TNI.
Selain itu, sejak 30 April 2026, Pemerintah Kabupaten Sukabumi telah menandatangani kesepakatan bersama dengan PTPN I Regional 2 terkait pemanfaatan aset untuk mendukung pengembangan kawasan wisata.
Menurut Ali, kerja sama tersebut diharapkan dapat mempercepat pembangunan berbagai fasilitas pendukung di kawasan Pondok Halimun.
"Kami ingin Pondok Halimun menjadi kawasan wisata yang dilengkapi berbagai sarana penunjang. Saat ini skemanya sedang dikaji dan disempurnakan agar memberikan manfaat bagi semua pihak," ungkapnya.
Ali berharap berbagai upaya yang sedang dilakukan dapat berjalan lancar sehingga pengembangan pariwisata di Kabupaten Sukabumi tidak hanya meningkatkan PAD, tetapi juga memberikan kenyamanan bagi wisatawan dan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Editor : Denis Febrian