SUKABUMIUPDATE.com – Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, Budi Azhar Mutawali, menilai peluncuran Program Parkir Wisata SOMEAH (Sopan, Aman, Endah, Amanah) menjadi langkah strategis untuk membangun citra positif pariwisata Kabupaten Sukabumi. Menurutnya, rasa aman dan nyaman yang dirasakan wisatawan akan menjadi promosi paling efektif bagi daerah.
Hal itu disampaikan Budi saat menghadiri peluncuran Program Parkir Wisata SOMEAH di kawasan Pantai Istana Presiden, Desa Citepus, Kecamatan Palabuhanratu, pada Senin (3/8/2026).
Budi mengatakan, keberhasilan sektor pariwisata tidak hanya bergantung pada keindahan destinasi, tetapi juga pada pelayanan yang diterima wisatawan sejak pertama kali tiba, termasuk saat memarkir kendaraan.
Baca Juga: Jeriken dan Ember Berjajar, 156 KK di Palabuhanratu-Bantargadung Berjuang Demi Air Bersih
"Pariwisata itu harus menghadirkan rasa aman dan someah. Kalau wisatawan datang lalu mendapat sambutan yang baik, pelayanan yang ramah, dan merasa nyaman, maka mereka akan membawa kenangan yang baik. Informasi positif itu akan menyebar dan mengajak orang lain datang ke Kabupaten Sukabumi," ujarnya.
Sebaliknya, kata Budi, pengalaman buruk akan berdampak pada citra destinasi wisata dan berpotensi membuat calon wisatawan enggan berkunjung.
Oleh karena itu, ia menegaskan menjaga kenyamanan wisata menjadi tanggung jawab seluruh pihak, mulai dari pemerintah daerah, pengelola wisata, pelaku usaha hingga masyarakat.
Baca Juga: Bapenda Sukabumi Optimis Penataan Retribusi Parkir Wisata Dongkrak PAD
Budi mengapresiasi langkah pemerintah yang mulai menerapkan standar pelayanan parkir melalui pemasangan informasi tarif resmi di lokasi wisata. Menurutnya, transparansi tarif menjadi upaya penting untuk mencegah pungutan liar yang selama ini kerap menjadi keluhan wisatawan.
"Saya melihat ini langkah yang bagus. Sekarang wisatawan sudah bisa mengetahui tarif parkir motor, mobil, hingga kendaraan lainnya. Dengan begitu tidak ada lagi pungutan di luar ketentuan yang sudah disepakati," katanya.
Ia menambahkan, wisatawan pada dasarnya tidak keberatan membayar retribusi maupun biaya parkir selama pelayanan dan fasilitas yang diterima sepadan.
"Kalau pengunjung merasa aman, nyaman, dan fasilitasnya baik, mereka pasti bersedia membayar retribusi dengan sukarela," ucapnya.
Baca Juga: Liburan ke Pantai Sukabumi Kini Lebih Tenang, Dispar Tertibkan Tarif Parkir di 13 Titik Wisata
Menurut Budi, potensi wisata Kabupaten Sukabumi yang memiliki garis pantai sepanjang sekitar 117 kilometer harus dikelola secara profesional agar mampu meningkatkan kunjungan wisatawan sekaligus mendongkrak pendapatan daerah.
Untuk mewujudkan hal tersebut, ia mendorong adanya sinergi lintas organisasi perangkat daerah (OPD), mulai dari Dinas Pariwisata, Dinas Perhubungan, Bapenda, DPMPTSP, hingga instansi terkait lainnya.
"Pariwisata tidak bisa dibangun oleh satu dinas saja. Harus ada kolaborasi semua leading sector agar pengelolaan wisata semakin baik," tegasnya.
Selain pembenahan sistem parkir dan infrastruktur, Budi juga menilai peningkatan kualitas pelayanan pelaku usaha menjadi pekerjaan rumah yang harus dilakukan. Menurutnya, pelatihan pelayanan kepada pedagang maupun masyarakat di kawasan wisata perlu diperkuat agar budaya ramah terhadap wisatawan semakin melekat.
Di akhir sambutannya, Budi menegaskan DPRD Kabupaten Sukabumi siap mendukung berbagai program pemerintah daerah yang bertujuan meningkatkan kualitas sektor pariwisata.
Baca Juga: Pemkab Sukabumi Mulai Berlakukan Tarif Parkir Resmi di 13 Lokasi Wisata, Petugas Pakai Rompi Khusus
"Kami di DPRD akan terus mendorong dan mendukung upaya pemerintah daerah bersama seluruh stakeholder. Dengan kekompakan dan pelayanan yang baik, saya yakin pariwisata Kabupaten Sukabumi akan semakin maju dan menjadi kebanggaan masyarakat," pungkasnya. (adv)
Editor : Ikbal Juliansyah