Sukabumi Update

Dea Destian Harum di SEA Games 2025, Panggung Impian Sang Atlet Hoki Putri Sukabumi

Dea Destian saat bermain untuk Tim Nasional Hoki Outdoor Putri di SEA Games 2025 Thailand.

SUKABUMIUPDATE.com - Pagi hari di GOR Merdeka Sukabumi acap dimulai dalam sunyi. Lantai lapangan yang masih dingin, udara belum sepenuhnya hangat, dan suara sepatu beradu pelan dengan permukaan arena. Di ruang yang jauh dari gemerlap itu, Dea Destian mengikat tali sepatunya dengan tenang.

Tidak ada sorak penonton, tidak pula sorotan kamera. Hanya disiplin, kesabaran, dan keyakinan bahwa setiap latihan adalah langkah kecil menuju sesuatu yang lebih besar. Dari tempat sederhana inilah Dea menempuh perjalanan panjangnya hingga akhirnya berdiri di podium SEA Games 2025 Thailand, mengharumkan nama Indonesia bersama Tim Nasional Hoki Outdoor Putri.

Tumbuh dari Lingkungan Sederhana

Dea lahir di Sukabumi pada 14 Desember 2003 dan tumbuh di lingkungan keluarga sederhana di kawasan Perum Haidar Sentosa Residence. Sejak kecil, ia terbiasa hidup dalam irama disiplin dan kerja keras.

Nilai itu tidak hadir sebagai tuntutan, melainkan tumbuh alami dari keseharian. “Saya lahir dan tumbuh di lingkungan yang sederhana, saya sudah terbiasa dengan disiplin dan kerja keras,” ujarnya kepada Sukabumiupdate.com, Sabtu (3/1/2025).

Ketertarikan pada olahraga pun hadir tanpa paksaan. Ia kerap melihat ayah dan kakaknya aktif berolahraga, sebuah pemandangan yang perlahan membentuk kecintaannya pada aktivitas fisik.

Baca Juga: Dibalik Ekspansi Sawit di Sukabumi, Pakar IPB Soroti Tantangan Ekologis

Sejak menempuh pendidikan di SDN Babakan Limbangan, SMPN 1 Sukaraja, hingga SMAN 1 Sukaraja, Dea dikenal aktif dalam berbagai kegiatan olahraga sekolah. Basket dan voli sempat menjadi cabang yang ia tekuni dengan sungguh-sungguh. Namun di balik rutinitas latihan, muncul kegelisahan yang sulit diabaikan. “Saya merasa saya sulit untuk berkembang di dalam cabang olahraga tersebut,” katanya.

Perasaan itu bukan bentuk keputusasaan, melainkan tanda bahwa ia sedang mencari ruang yang tepat untuk bertumbuh.

Ajakan Sederhana yang Mengubah Segalanya

Perubahan arah hidup Dea bermula dari sebuah ajakan yang datang tanpa rencana besar. Saat sedang menjalani latihan basket, seorang senior sekaligus pelatih melihat potensi lain dalam dirinya dan mengajaknya mencoba olahraga hoki. Tawaran itu disertai tantangan untuk tampil di Porprov, dengan satu syarat utama, disiplin dalam berlatih.

Dea menerima tantangan tersebut dengan rasa ingin tahu dan keberanian. “Saya merasa tertantang dan akhirnya saya masuk ke dunia hoki untuk pertama kalinya pada saat saya kelas 2 SMA,” tuturnya. Dari titik itu, ia memulai segalanya dari nol, mempelajari cara memegang stik, membaca permainan, serta memahami makna ketekunan.

Dea Destian atlet asal Sukabumi yang tergabung di Tim Nasional Hoki Outdoor Putri.Dea Destian atlet asal Sukabumi yang tergabung di Tim Nasional Hoki Outdoor Putri.

GOR Merdeka dan Pelajaran tentang Kesabaran

Bergabung dengan tim hoki Kota Sukabumi menjadi babak penting dalam hidupnya. Dea menemukan lingkungan yang suportif dan saling menguatkan. “Setelah saya bergabung bersama hoki Kota Sukabumi, saya semakin bersemangat latihan karena ternyata lingkungannya sangat baik dan suportif,” ujarnya.

Namun, realitas latihan tidak selalu ideal. Fasilitas memang memadai, GOR Merdeka menjadi tempat berlatih yang nyaman, tetapi keterbatasan perlengkapan menjadi cerita tersendiri. “Untuk stik hoki hanya seadanya, hingga terkadang saya harus berebut stik sebelum latihan untuk mendapatkan stik yang menurut saya nyaman dan layak digunakan,” kata Dea. Dari keterbatasan itulah ia belajar bahwa kesabaran dan ketekunan sering kali lebih menentukan daripada kelengkapan fasilitas.

Dalam perjalanan awalnya, Dea tidak berjalan sendiri. Ia menyebut Rustam Arifin sebagai sosok yang pertama kali mengenalkannya pada dunia hoki. “Beliau yang menemukan saya ketika saya sedang berlatih basket dan mengajarkan bagaimana memegang stik hoki serta basic-basic bermain hoki,” ucapnya.

Selain itu, dukungan juga datang dari Dr. Indra Wiguna serta para pelatih hoki Kota Sukabumi lainnya. “Mereka selalu percaya, mendukung, dan memberikan afirmasi positif yang meyakinkan saya untuk bisa melangkah lebih jauh,” tutur Dea. Kepercayaan itu menjadi bahan bakar yang membuatnya berani bermimpi lebih tinggi.

Pembelajar, Dari PON Menuju Seragam Merah Putih

Sejak 2022, Dea menjalani peran ganda sebagai atlet dan mahasiswa S1 Pendidikan Kepelatihan Olahraga di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Kini di semester tujuh, ia hidup di antara jadwal latihan dan tuntutan akademik. “Sejak awal berkuliah hingga hari ini saya sering kali izin berkuliah dengan dispensasi,” katanya.

Tantangan terberat baginya adalah manajemen waktu. “Membagi waktu latihan dan perkuliahan, mengerjakan tugas yang sering bertabrakan dengan jadwal latihan, waktu istirahat yang berkurang, hingga merasa tertinggal materi,” ungkap Dea. Meski demikian, ia memilih bertahan karena menyadari bahwa tidak ada prestasi besar yang lahir tanpa pengorbanan.

Langkah Dea menuju tim nasional dimulai setelah tampil di PON Aceh–Sumut. Dari sana, ia mendapat kesempatan debut bersama Tim Nasional Hoki Outdoor Indonesia pada ajang AHF Cup di Jakarta. Masuk ke timnas bukanlah proses yang mudah. “Saya terbilang junior atau anak baru dalam olahraga hoki ini,” katanya.

Tekanan fisik dan mental datang silih berganti. “Disiplin latihan, jauh dari keluarga, tekanan eksternal, ekspektasi pada diri sendiri, dan naik turunnya performa menjadi tantangan terberat,” ujarnya.

SEA Games Thailand menjadi panggung pembuktian. Momen paling berkesan bagi Dea terjadi saat babak semifinal. “Pengalaman paling berkesan saya adalah saat semifinal ketika tim saya mengalahkan Thailand dan untuk pertama kalinya tim nasional hoki outdoor putri masuk final SEA Games,” tuturnya.

Kemenangan atas Singapura dan Thailand melalui adu penalti menghadirkan emosi yang sulit dirangkum dengan kata-kata. “Perasaan terharu dan bangga karena akhirnya semua pengorbanan, keringat, air mata, dan usaha terbayar,” katanya.

Medali Perak Kebanggan Masyarakat Sukabumi

Bagi Dea, medali perak SEA Games memiliki arti yang jauh melampaui podium. “Medali ini menjadi bukti dari proses panjang yang telah saya jalani, bukan hanya tentang medali yang dikalungkan, tetapi tentang perjuangan yang tidak selalu terlihat,” ucapnya.

Medali itu menjadi penanda bahwa setiap usaha, betapapun sunyinya, selalu memiliki nilai.

Respons keluarga dan masyarakat Sukabumi menjadi sumber kekuatan tersendiri. “Keluarga memberikan dukungan penuh karena mereka mengetahui betul proses panjang dan pengorbanan yang telah saya lalui,” kata Dea. Ia memandang apresiasi masyarakat sebagai pengingat untuk terus menjaga komitmen dan integritas sebagai atlet.

Ke depan, Dea berharap dapat meningkatkan konsistensi performa dan terus mengharumkan nama Indonesia serta Sukabumi. Kepada generasi muda, ia menyampaikan pesan sederhana namun bermakna, “Jangan takut bermimpi besar dan berani memulai dari langkah kecil. Setiap prestasi lahir dari proses panjang yang penuh disiplin dan pengorbanan.”

Dari lantai GOR Merdeka yang sunyi hingga panggung SEA Games yang megah, Dea Destian membuktikan bahwa mimpi besar tidak selalu lahir dari tempat yang gemerlap. Ia tumbuh dari kesederhanaan, ditempa oleh disiplin, dan dijaga oleh keyakinan untuk terus melangkah.

 

Editor : Ikbal Juliansyah

Tags :
BERITA TERKAIT