Sukabumi Update

Eyas Adam Elfaki Mohammed, Mahasiswa Internasional NPU di Top 4 IndabaX Sudan Hackathon

Eyas Adam Elfaki Mohammed, mahasiswa internasional Program Studi Teknik Elektro Nusa Putra University (Sumber: dok NPU)

SUKABUMIUPDATE.com - Dari ratusan peserta yang mengikuti IndabaX Sudan Hackathon 2025, hanya sebagian kecil yang mampu menembus posisi teratas. Salah satunya adalah Eyas Adam Elfaki Mohammed, mahasiswa internasional Program Studi Teknik Elektro Nusa Putra University (NPU), yang berhasil masuk empat besar tingkat nasional lewat inovasi pemodelan kecerdasan buatan untuk prediksi iklim.

IndabaX Sudan Hackathon 2025 merupakan kompetisi berbasis data science dan machine learning yang menjadi bagian dari inisiatif Deep Learning Indaba. Salah satu tantangan utama yang diberikan, Predicting Dry Spells in Algadarif, mengharuskan peserta membangun model prediktif untuk mendeteksi dan memproyeksikan risiko kekeringan (dry spells) di wilayah Algadarif pada periode Juli-Oktober.

Kompetisi ini digelar melalui platform Codabench, tempat peserta mengolah data meteorologi dengan berbagai variabel relevan untuk menghasilkan prediksi yang akurat dan efisien. Solusi yang dikembangkan dinilai dapat berkontribusi bagi perencanaan pertanian, mitigasi risiko iklim, hingga strategi adaptasi cuaca yang berdampak pada ketahanan pangan masyarakat. Seluruh hasil peserta dipublikasikan melalui leaderboard yang menampilkan performa secara terbuka dan real-time.

Baca Juga: Daftar 8 Kru dan 3 Penumpang, Basarnas Cari Pesawat ATR 42 IAT yang Hilang Kontak

Dalam ajang tersebut, Eyas tampil kompetitif dan berhasil berada di posisi empat besar nasional berkat pendekatan machine learning dan data science yang ia kembangkan.

Ia mengaku bersyukur atas pencapaian ini. “Alhamdulillah, saya sangat bersyukur bisa mencapai Top 4 dalam IndabaX Sudan Hackathon 2025. Kompetisi ini memberikan tantangan nyata dalam mengaplikasikan machine learning untuk persoalan krusial seperti perubahan iklim dan kekeringan. Saya juga berterima kasih kepada Nusa Putra University yang telah memberikan lingkungan akademik yang mendukung pengembangan riset dan inovasi,” ungkap Eyas.

Sekretaris Program Studi Teknik Elektro Nusa Putra University, Fikri Arif Wicaksana, memberikan apresiasi atas prestasi tersebut. “Prestasi Eyas menjadi bukti bahwa mahasiswa Teknik Elektro Nusa Putra University mampu bersaing di tingkat nasional dan internasional, khususnya dalam bidang kecerdasan buatan dan analisis data. Ini sejalan dengan arah pengembangan program studi yang menekankan penguasaan teknologi mutakhir, riset terapan, dan solusi atas persoalan global,” ujarnya.

Baca Juga: Madu Dari Sydney

Fikri menambahkan bahwa capaian Eyas diharapkan dapat memotivasi mahasiswa lainnya untuk lebih aktif mengikuti kompetisi akademik dan riset internasional. Langkah ini sekaligus memperkuat reputasi Nusa Putra University sebagai kampus yang mendorong inovasi, kolaborasi global, dan keunggulan akademik.

Melalui keberhasilan ini, Nusa Putra University kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung mahasiswa berprestasi di tingkat global, serta berkontribusi pada pengembangan solusi berbasis teknologi untuk menjawab tantangan nyata yang dihadapi masyarakat dunia. (*)

 

Editor : Fitriansyah

Tags :
BERITA TERKAIT