Sukabumi Update

Kisah Drey 'Afrika Sunda': Dari Zimbabwe ke Sukabumi, Kini Resmi Jadi Sarjana Hukum Nusa Putra

Momen Kudakwashe Zhou (Drey Afrika Sunda) bersalaman dengan Rektor Nusa Putra University usai prosesi pemindahan tali atau rumbai (kuncir) pada topi toga. (Sumber Foto: Dok. NPU)

SUKABUMIUPDATE.com - Ribuan kilometer dari negara asalnya, Kudakwashe Zhou, mahasiswa asal Zimbabwe yang dikenal luas dengan nama "Drey Afrika Sunda", resmi meraih gelar Sarjana Hukum (S1) pada Wisuda ke-16 Nusa Putra University Sukabumi, Sabtu (5/9/2026).

Didapuk menyampaikan pidato mewakili ratusan wisudawan internasional, Drey membagikan kisah perjuangan adaptasi lintas benua yang berbuah manis.

Dengan mengusung tema wisuda “Love in Action, Impact in Motion”, perjalanan hidup Drey menjadi bukti nyata bahwa pendidikan mampu menembus sekat geografis dan budaya.

Meninggalkan Zimbabwe, Menemukan Rumah Kedua di Sukabumi

Mengenang masa awal kedatangannya di Indonesia, Drey mengaku sempat diliputi perasaan cemas saat harus meninggalkan keluarga, bahasa ibu, dan kenyamanan kehidupan di Afrika demi menuntut ilmu.

Ketika pertama kali tiba di Indonesia dan menuju Nusa Putra University, ia mengaku hanya membawa dua koper dan banyak ketidakpastian tentang kehidupan barunya.

Namun, keraguan tersebut perlahan berubah setelah ia menjalani kehidupan sebagai mahasiswa di Nusa Putra.

Choosing Nusa Putra, however, turned out to be one of the best decisions of my life (Memilih Nusa Putra ternyata menjadi salah satu keputusan terbaik dalam hidup saya),” ungkap Drey.

Ia mengungkapkan bahwa pada awalnya dirinya tertarik memilih Nusa Putra karena reputasi akademik dan visi internasional yang dimiliki universitas. Namun, pengalaman yang diperolehnya selama menjadi mahasiswa justru memberinya sesuatu yang lebih besar.

Nusa Putra menjadi rumah keduanya.

Baca Juga: Dua Mahasiswa Palestina Diwisuda di Nusa Putra University, Bawa Pesan Pendidikan dan Persahabatan

Nusa Putra, Ruang yang Mempertemukan Berbagai Budaya

Sebagai mahasiswa internasional, Drey merasakan langsung bagaimana Nusa Putra University membangun lingkungan akademik yang mempertemukan mahasiswa dari berbagai negara dan latar belakang.

Menurutnya, Nusa Putra merupakan tempat yang unik karena mampu menjembatani berbagai budaya. Mahasiswa internasional tidak hanya diterima, tetapi juga dibuat merasa dihargai dan menjadi bagian dari komunitas kampus.

Ia menyebut kehidupan kampus yang dinamis, keberagaman tradisi, serta semangat inovasi sebagai pengalaman yang mendorong dirinya untuk terus memperluas wawasan.

It bridges cultures effortlessly, offering an environment where an international student like me isn't just accommodated, but truly welcomed and valued (Hal ini menjembatani berbagai budaya dengan begitu alami, menciptakan lingkungan di mana mahasiswa internasional seperti saya tidak sekadar diakomodasi, melainkan benar-benar disambut dan dihargai),” ungkapnya.

Pengalaman tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan Drey sebagai mahasiswa asal Zimbabwe yang menempuh pendidikan hukum di Indonesia.

Baca Juga: Wisuda ke-16 Nusa Putra University: 451 Genusian dari 19 Negara dan 36 Provinsi Dikukuhkan

Lulusan Hukum yang Jatuh Cinta pada Budaya Sunda

Di luar aktivitas akademik, sosok Drey juga dikenal melalui konten-konten di media sosial yang memperlihatkan kedekatannya dengan budaya lokal, khususnya budaya Sunda.

Kehadirannya sebagai mahasiswa asal Afrika yang aktif mengenal dan memperkenalkan budaya Sunda membuatnya dikenal oleh masyarakat dengan julukan “Afrika Sunda.”

Identitas tersebut menjadi gambaran lain dari proses pertukaran budaya yang terjadi selama dirinya tinggal dan belajar di Indonesia.

Ucapan Terima Kasih untuk Nusa Putra

Di akhir pidatonya, Drey menyampaikan rasa terima kasih kepada berbagai pihak yang telah menjadi bagian dari perjalanan akademiknya.

Kepada Rektor Nusa Putra University, ia menyampaikan apresiasi atas kepemimpinan dan upaya membangun institusi yang inklusif serta berpandangan ke depan.

Kepada para dosen, Drey mengucapkan terima kasih atas kesabaran, bimbingan, dan dedikasi mereka selama proses pembelajaran.

Di tengah kebahagiaan wisuda, Drey juga tidak melupakan keluarga yang berada jauh di Zimbabwe.
Ia menyampaikan rasa terima kasih atas cinta, pengorbanan, dan dukungan tanpa syarat yang diberikan keluarganya selama menjalani pendidikan.

Baginya, panggilan telepon di malam hari dan kata-kata penyemangat dari keluarga menjadi salah satu kekuatan yang membuatnya mampu bertahan hingga menyelesaikan studi.

Momen tersebut menjadi pengingat bahwa di balik keberhasilan seorang mahasiswa internasional yang berhasil menyelesaikan pendidikan ribuan kilometer dari rumah, terdapat keluarga yang terus memberikan dukungan dari kejauhan. (*)

Editor : Denis Febrian

Tags :
BERITA TERKAIT