Sukabumi Update

Kuliah Sambil Menumpang di Fotokopi, Mahasiswa Sukabumi Ini Cumlaude dengan IPK 3,86

Masyah Bagari Takum, Wisudawan STISIP Syamsul Ulum Sukabumi asal Palembang, saat diwawancarai. (Sumber : SU/Asep Awaludin).

SUKABUMIUPDATE.com – Kebahagiaan menyelimuti Masyah Bagari Takum (23) saat mengikuti wisuda ke-23 STISIP Syamsul Ulum Sukabumi, Rabu (28/10/2026). Mahasiswa asal Palembang, Sumatra Selatan, itu berhasil menyelesaikan pendidikan di Program Studi Ilmu Pemerintahan dengan meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,86 dengan predikat Cumlaude.

Di balik prestasi akademik tersebut, tersimpan cerita perjuangan Masyah selama menempuh pendidikan di perantauan. Jauh dari keluarga, ia menjalani kehidupan sederhana dengan menumpang tinggal di sebuah toko fotokopi yang berada di Bhayangkara Kota Sukabumi agar bisa menghemat biaya tempat tinggal.

“Cukup bahagia, sangat bahagia. Karena saya bisa berprestasi di sini dengan IPK 3,86,” ujar Masyah kepada sukabumiupdate.com pada Rabu (28/10/2026).

Masyah mengaku telah berada di Sukabumi sejak 2021. Sebelum melanjutkan pendidikan melalui jalur beasiswa, ia sempat tidak bekerja selama setahun.

Kesempatan mendapatkan beasiswa kemudian menjadi jalan baginya untuk melanjutkan pendidikan tinggi. Selama kuliah, ia tinggal di toko fotokopi dengan membantu pekerjaan di tempat tersebut sebagai imbalan karena diperbolehkan menumpang.

Baca Juga: Menghentikan KDMP Lewat Mahkamah Konstitusi, Daftar Aturan yang Digugat

“Saya tinggal di sini sebenarnya sudah dari 2021, jadi nganggur dulu setahun, setelah itu ngambil beasiswa. Selama kuliah saya tinggal di toko fotokopian, numpang, jadi ikut bantu-bantu di sana selama kuliah. Alhamdulillah jadi enggak harus ngekos,” tuturnya.

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, Masyah mengandalkan uang beasiswa yang diperolehnya. Dengan cara itu, ia berusaha menjalani perkuliahan sekaligus memenuhi kebutuhan hidup selama berada jauh dari kampung halaman.

Perjuangan tersebut akhirnya mengantarkannya pada pencapaian akademik yang membanggakan. Setelah menuntaskan pendidikan di STISIP Syamsul Ulum Sukabumi, Masyah kini bersiap melangkah ke fase berikutnya dalam kehidupannya.

Meski bahagia atas kelulusannya, ada satu hal yang belum bisa ia rasakan secara langsung pada hari wisuda, yakni kehadiran kedua orang tuanya.

Masyah berharap orang tuanya dapat menyaksikan momen penting tersebut. Namun, jarak Palembang-Sukabumi dan keterbatasan biaya perjalanan membuat mereka tidak bisa hadir.

Baca Juga: IDMC 2026: AMSI Dorong Transformasi Bisnis Media demi Jaga Independensi dan Keberlanjutan Jurnalistik

“Sebenarnya, yang saya harapkan orang tua saya datang ke sini. Namun, terhalang sama ongkos, jadi diwakilkan. Kebetulan keluarga saya di Palembang, karena terkendala ongkos biaya jadi enggak bisa hadir di sini,” ungkapnya.

Kendati demikian, Masyah tetap bersyukur dapat menyelesaikan pendidikan dan meraih prestasi yang diharapkan. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para dosen yang telah membimbingnya selama masa perkuliahan serta keluarga yang terus memberikan dukungan.

“Saya sampaikan terima kasih untuk para dosen yang telah membimbing saya dari awal sampai akhir dan mendapatkan prestasi saat ini. Dan dukungan keluarga sangat-sangat banyak untuk sampai ke detik ini,” katanya.

Setelah resmi menyandang gelar sarjana, Masyah berencana langsung mencari pekerjaan. Jepang menjadi salah satu tujuan yang ingin ia capai untuk melanjutkan perjalanan hidupnya.

“Rencananya, insyaallah pengen langsung kerja. Kerja di Jepang, insyaallah,” ucapnya.

Baca Juga: Sekolah Cerdas Adiwiyata Star Energy Geothermal Salak Diluncurkan di MIS Bojongmenteng Sukabumi

Sementara itu, Ketua STISIP Syamsul Ulum Sukabumi, Dr. Aang Rahmatullah, S.IP., M.M., mengatakan wisuda kali ini terasa istimewa karena bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda. Menurutnya, momentum tersebut relevan dengan para lulusan yang mayoritas merupakan generasi muda.

"Pada wisuda ke-23 ini, STISIP Syamsul Ulum Sukabumi meluluskan sebanyak 103 mahasiswa dari Program Studi Ilmu Administrasi Negara dan Ilmu Pemerintahan," ujar Aang.

Aang berharap para lulusan dapat menerapkan ilmu yang diperoleh selama menempuh pendidikan serta mengambil peran di tengah masyarakat.

“Yang pertama, mereka bisa mengimplementasikan berbagai macam hal dalam masalah keilmuan yang mereka miliki selama kuliah di STISIP Syamsul Ulum. Poin pentingnya, kami berharap mereka bisa mengisi posisi-posisi tertinggi di masyarakat, dalam arti bisa berguna bagi bangsa dan negara, terutama buat masyarakat di Kota Sukabumi,” pungkasnya.

 

Editor : Ikbal Juliansyah

Tags :
BERITA TERKAIT