Sukabumi Update

Aurelie Moeremans Ungkap Peluang Adaptasi Broken Strings ke Film atau Serial

Buku Broken Strings Kisah Trauma Child Grooming Aurelie Moeremans (Sumber : Instagram/@aurelie)

SUKABUMIUPDATE.com - Buku Broken Strings karya Aurelie Moeremans berpeluang diadaptasi ke layar lebar. Aktris sekaligus penulis ini mengungkapkan bahwa sejumlah rumah produksi telah menyatakan ketertarikan untuk mengangkat kisah tersebut menjadi film atau serial.

Dikutip dari berbagai sumber, Aurelie berharap adaptasi Broken Strings dapat diwujudkan dalam format film atau serial terbatas (limited series), agar pesan yang ingin disampaikan bisa tergarap lebih mendalam dan menjangkau audiens yang lebih luas. Menurutnya, format tersebut memungkinkan cerita disampaikan dengan lebih utuh tanpa kehilangan konteks dan sensitivitas isu yang diangkat.

Melalui unggahan di Instagram resminya, Aurelie mengaku antusias dengan respons yang diterima, terutama karena ada satu rumah produksi yang ketertarikannya benar-benar di luar dugaan.

Sambil menunggu kemungkinan adaptasi tersebut terwujud, Aurelie juga tengah merampungkan versi fisik dari Broken Strings. Saat ini, proses penerbitannya sudah memasuki tahap akhir, mulai dari penyuntingan hingga proofreading.

Sebagai informasi, Broken Strings merupakan buku memoar yang ditulis Aurelie berdasarkan pengalaman pribadinya. Karya ini mengangkat kisah hidupnya sebagai korban child grooming serta pernikahan tidak sah yang ia alami di usia remaja. Sejak dirilis dalam format e-book, Broken Strings mendapatkan banyak respons positif dan dukungan dari pembaca karena keberaniannya mengangkat isu sensitif yang jarang dibicarakan secara terbuka.

Baca Juga: Sinopsis Broken Strings: Buku Aurelie Moeremans tentang Trauma Child Grooming

Rencana adaptasi buku ini turut menuai perhatian publik. Sejumlah netizen menyampaikan harapan agar proses pengangkatan cerita ke layar lebar dilakukan dengan penuh tanggung jawab dan sensitivitas.

Salah satu Akun C***a menegaskan pentingnya pemahaman isu oleh pembuat film. “Cuma satu permintaan filmmakernya harus yang paham soal issue ini. Jangan sampai malah bikin orang jadi romanticize abuse,” tulisnya.

Sementara itu yang lain juga ikut berkomentar berharap isu child grooming yang diangkat dalam Broken Strings dapat meningkatkan kesadaran masyarakat. “Dengan semakin viralnya isu ini, harapannya makin banyak orang yang sadar akan bahaya child grooming,” ungkapnya.

Komentar senada juga disampaikan A***x. Ia mengingatkan agar adaptasi tidak semata-mata mengejar popularitas. “Jangan cuma ambil ketenarannya doang, tapi bagaimana isu yang diangkat bisa membangun audiens untuk aware. Ini buku bagus banget dan berharap pesan-pesannya bisa tersampaikan dengan baik. Siapapun yang bakal ambil project ini, tolong berproses dengan sungguh-sungguh.”

Dengan banyaknya harapan dan perhatian publik, adaptasi Broken Strings dinilai bukan sekadar proyek hiburan, melainkan juga memiliki potensi sebagai medium edukasi untuk meningkatkan kesadaran tentang bahaya child grooming dan pentingnya perlindungan terhadap anak dan remaja.

Baca Juga: Pihak Denada Buka Suara Soal Gugatan Dugaan Penelantaran Anak

Sumber: Berbagai Sumber

Editor : Silvi Maharani

Tags :
BERITA TERKAIT